Welcome Back Para Petualang

Coretan-Coretan yang berisi Informasi Unik dan juga "Informasi Perkembangan Tataruang Indonesia dan Dunia"

Tampilkan postingan dengan label Seni Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Musik. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Lirik Lagu "Nothings gonna change my love for you"

If I had to live my life without you near me
The days would all be empty, the night would seem so long
With you I see forever oh, so clearly
I have been in love before but it never felt this strong

Our dreams are young and we both know
Theyll take us where we want to go
Hold me now, touch me now,
I dont want to live without you

#Nothings gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
Id never ask for more than your love

Nothings gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothings gonna change my love for you

If the road ahead is not so easy
Our love will lead the way for us, like a guiding star
Ill be there for you if you should need me
You dont have to change a thing

I love you just the way you are
So come with me and share the view
Ill help you to see forever through
Hold me now, touch me now

I dont want to live without you
#Nothings gonna...

Jumat, 05 Agustus 2011

"DANGDUT"

Dangdut adalah aliran musik yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, Dangdut adalah musik yang sangat Merakyat bagi bangsa Indonesia sejak jaman berdirinya negara Indonesia. Musik Dangdut berakar dari Musik Melayu yang mulai berkembang pada tahun 1940 an. Irama melayu sangat kental dengan unsur aliran musik dari India dan gabungan dengan irama musik dari arab. Unsur Tabuhan Gendang yang merupakan bagian unsur dari Musik India digabungkan dengan Unsur Cengkok Penyanyi dan harmonisasi dengan irama musiknya merupakan suatu ciri khas dari Irama Melayu merupakan awal dari mutasi dari Irama Melayu ke Dangdut.
Seiring dengan perkembangan Politik dan Budaya Bangsa Indonesia Musik Melayu juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan zaman, Irama melayu menjadi suatu aliran musik kontemporer, yaitu suatu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.
Pada tahun 1960 an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Dan mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama Melayu mulai berubah menjadi terkenal dengan Sebutan Musik Dangdut. Sebutan Dangdut ini merupakan Onomatope atau sebutan yang sesuai dengan bunyi suara bunyi, yaitu bunyi dari Bunyi alat musik Tabla atau yang biasa disebut Gendang. Dan karena bunyi gendang tersebut lebih didominasi dengan Bunyi Dang dan Dut, maka sejak itulah Irama Melayu berubah sebutanya menjadi suatu aliran Musik baru yang lebih terkenal dengan Irama Musik Dangdut.
Aliran Musik Dangdut yang merupakan seni kontemporer terus berkembang dan berkembang, pada awal mulanya Irama Dangdut Identik dengan Seni Musik kalangan Kelas Bawah dan memang aliran seni Musik Dangdut ini merupakan cerminan dari aspirasi dari kalangan Masyarakat kelas bawah yang mempunyai ciri khas kelugasan dan Kesederhaan nya.
Karena sifat kontemporernya maka di awal tahun 1980 an Musik dangdut berintaraksi dengan aliran Seni musik lainnya, yaitu dengan masuknya aliran Musik Pop, Rock  dan Disco atau House Musik. Selain masuknya unsur seni Musik Modern  Musik dangdut juga mulai bersenyawa dengan irama Musik tradisional seperti gamelan, Jaranan, Jaipongan dan musik tradisional lainnya.
Maka pada jaman 1990 mulailah era baru lagi yaitu Musik Dangdut yang banyak dipengaruhi musik Tradisional yaitu Irama Gamelan yaitu Kesenian Musik asli budaya jawa maka pada masa ini Musik Dangdut mulai berasimilasi dengan Seni Gamelan, dan terbentuklah suatu aliran musik baru yaitu Musik Dangdut Camputsari atau Dangdut Campursari.  Meski Musik dangdut yang lebih Original juga masih exist pada masa tersebut.
Pada era tahun 2000 an seiring dengan kejenuhan Musik Dangdut yang original maka diawal era ini Para musisi di wilayah Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan jenis Musik Dangdut baru yaitu seni Musik Dangdut Koplo. Dangdut Koplo ini merupakan mutasi dari Musik Dangdut setelah Era Dangdut Campursari yang bertambah kental irama tradisionalnya dan dengan ditambah dengan  masuknya Unsur  Seni Musik Kendang Kempul yang merupakan Seni Musik dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dan irama tradisional lainya seperti Jaranan dan Gamelan. Dan berkat kreatifitas para Musisi Dangdut Jawa Timuran inilah sampai saat ini Musik Dangduk Koplo yang Identik dengan Gaya Jingkrak pada Goyangan Penyanyi dan Musiknya ini saat ini sangat kondang dan banyak digandrungi segala kalangan masyarakat Indonesia.
Pada era Musik Dangdut Koplo inilah mulai memacu tumbuhnya Group Musik Dangdut yang lebih terkenal dengan sebutan OM atau Orkes Melayu antara lain OM. Sera , OM. Monata, OM Palapa , OM New Palapa, OM RGS dan OM yang lebih kecil lainya yang mengibarkan aliran Musik Dangdut Koplo di Nusantara ini.
Dan saat ini Musik dangdut sudah menjangkau segala kalangan Masyarakat dari kalangan kelas bawah samapai kalangan menengah dan kelas ataspun sudah mulai ketagihan dengan Seni Musik Dangdut ini. Hingga Musik dangdut pun sudah merambah di dunia Diskotik yang sudah memutar Musik Dangdut sebagai Musik wajibnya, Dan sudah tak asing lagi saat ini Banyak Stasiun Radio yang menamakan dirinya sebagai Stasiun Radio Dangdut bahkan Stasiun Telivisi Dangdut Indonesia, karena kecintaan masayrakat dengan Irama Musik dangdut ini.
Maka tidak bisa dipungkiri Irama Musik dangdut ini bisa dibanggakan menjadi Musik Asli Indonesia. Dan akhirnya Musik Asli Dangdut Indoensia sudah merambah ke Dunia Internasional antara lain Musik dangdut ini sudah masuk ke negara Jepang yang mulai gandrung dengan Musik Dangdut ini yang menwa kebanggaan kita akan Musik Dangdut Musik Asli Indonesia kita tercinta ini.

 Jenis Musik Dangdut 

a. Melayu deli

Sekitar tahun 1950-1960, musik Melayu Deli wabah di Jakarta, yang kemudian dipengaruhi oleh unsur-unsur musik India yang kemudian menjadi cikal bakal musik dangdut. Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India, sang pencipta Boneka dari India), Husein Bawafie (salah seorang penulis lagu Ratapan Anak Tiri), Munif Bahaswan (pencipta Beban Asmara), serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat populer di tahun 1970-an).Beberapa tokoh-tokoh jenis musik ini, antara lain, Said Effendi dengan lagu Seroja-nya, Indoku pencari nafkah dengan lagu Boneka India dibuat oleh Hussein Bawafie, M. Mashabi dengan lagunya Ratapan Anak Tiri, Ida Laila, Munif Bahasuan dan P. Ramlee.


 b. Rok Dangdut



Sekitar 70-an, Indonesia dilanda musik rock dari Barat. Itu mendorong seniman musik dangdut dapat eksis dengan mengikuti perubahan selera publik tanpa kehilangan unsur-unsur dasar dangdut musik. Lahir soneta Kelompok yang dipimpin oleh Rhoma Irama. Perkembangan jenis musik ini, pasti menyebabkan persaingan dengan musik rock dan musik rock dari luar negeri. Dengan kerja keras yang luar biasa, akhirnya musik rock dangdut adalah mampu menyelaraskan dengan musik rock yang ada di negeri ini, baik itu batu dari luar atau dari dalam.

 c. Dangdut Reggae, Rap-Dut, Dangdut Mandarin, dan Cha-Dut 

Sekitar 90-an, Indonesia kembali terkena musik dari luar negeri yaitu Reggae, Hip Hop, dan Mandarin. Dan sekali lagi, dangdut menunjukkan kefleksibelannya oleh pencairan aliran musik baru tanpa kehilangan unsur-unsur musik dangdut asli. Rama Aiphama muncul, berpakaian eksentrik yang booming dengan lagu khas reggae Fatwa penyair yang merupakan daur ulang lagu-lagu Melayu dengan sentuhan Reggae. Rama Aiphama Selain itu, muncul juga nama Farid Harja booming dengan lagu Ini Fly, dan Ayam. Ada juga Latul Yopie dengan hits simalakama. Kemudian Abiem Ngesti, para 'Pangeran Dangdut' adalah booming dengan lagu Gadis Baliku yang meliputi unsur-unsur rap dalam lagu nya Ada juga Anis Marsela dan Merry Andani yang membawa unsur mandarin dalam lagu dangdut yang dinyanyikan, seperti madu, yang dinyanyikan oleh Anis Marsela atau dinding pemisah yang dinyanyikan oleh Selamat Andani.
Pada tahun-tahun ini, musik dangdut memiliki banyak pengaruh luar elemen, bahkan ada beberapa seniman yang menggabungkan unsur-unsur dari Cha-Cha, sehingga muncul aliran dangdut Cha Cha-Cha Dut atau. Selain itu, ada juga nama yang Fazal Dath menciptakan lagu-lagu dangdut yang campuran unsur-unsur India modern dengan hits Aku Bukan dinyanyikan oleh Hetty Soendjaya hidangan. Ada juga Fahmi Shahab Kopi Dangdut dengan hits yang mendominasi banyak unsur Arab di lagu ini.
Selain musik dangdut yang telah dicampur dengan unsur-unsur lain dari jenis musik, banyak seniman juga ada dengan dangdut lagu dangdut yang asli tanpa pengaruh luar.
Panggil nama Evie Tamala, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto, Inc Cynthia, Imam S. Arifin, Meggy.Z, Hamdan ATT, Itje Trisnawati, Ikke Nurjannah, Camelia Malik, iis Dahlia dan lain-lain dengan single yang tidak kalah dangdut booming dengan dangdut lagu dengan campuran unsur-unsur musik lainnya.
Selain penyanyi solo, grup vokal pop juga terinpirasi dari kelompok-kelompok vokal luar seperti Spice Girls atau Boyzone. Datang Manis Manja nama grup, Trio BAM, Sakera Trio, Sekar Langit dan lain-lain. Dangdut Etnis membayangi bahkan dunia musik dangdut pada tahun-tahun, panggilan nama Doel Sumbang dengan elemen Sunda, yang hits dengan lagu Jika Bulan Bisa Dengan itu dibawa bersama mitra duetnya, Nini Karlina. Ada juga nama Yus Yunus yang menggabungkan unsur-unsur etnis Madura dalam lagu berjudul Sapu Tangan Merah.

 d. Disco Dangdut
Memasuki 90 malam, dangdut musik lagi menembus genre musik lainnya, yaitu disko.
Disco dangdut muncul yang membawa nama Ade Irma dengan hits Beetle-Kumbang, Ratna Anjani Padang Bulan sebelumnya dengan hit juga mencetak hits dan diselenggarakan oleh Ikke Nurjannah. Dangdut Mix, disebut demikian karena dalam satu lagu yang terdapat berbagai macam unsur musik. Rekayasa Cinta lagu dinyanyikan oleh Camelia Panggil Malik, atau biarkan merana dinyanyikan oleh Rita Sugiarto, yang mengandung unsur-unsur dalam bahasa Latin. Dalam perkembangan selanjutnya, muncul Dangdut House, Neneng Anjarwati dipimpin oleh Amri Palu dan. Mereka mendaur ulang lagu-lagu dangdut yang pernah hits kemudian mencampurnya dengan unsur musik rumah.
Sekitar tahun 2002, Indonesia dihebohkan dengan munculnya Inul Daratista, penyanyi asal Pasuruan, sebuah kontroversi dengan goyang ngebor-nya. Dalam dinyanyikan lagu-lagu, musik dangdutnya diatur sedemikian rupa dengan variasi yang tidak hanya gendang dang dut suara dan dan cenderung untuk mengalahkan lebih cepat. Dangdut Dangdut muncul nama karena membuat siapa pun yang mendengar beatnya ingin mengguncang seperti gila.
Sebenarnya jenis musik ini adalah endemik di Jawa Timur sebelumnya, di mana ada sering diadakan pertunjukan musik dengan pengaturan dangdut dangdut kepentingan komunitas nyata untuk berpartisipasi bergoyang mengikuti irama lagu ini sampai sekarang....

 Salah Satu Contoh Alat Musik Khas Dangdut

Tabla (atau tabl, tabla) (bahasa Hindi: तबला, bahasa Marathi: तबला, bahasa Kannada: ತಬಲ, bahasa Telugu: తబల, bahasa Tamil: தபேலா, bahasa Bengali: তবলা, bahasa Nepali: तबला, bahasa Urdu: طبلہ, bahasa Arab: طبل، طبلة) adalah Instrumen musik perkusi yang populer di India (dari keluarga membranofon). Alat musik ini dipakai dalam musik klasik Hindustan serta dalam musik populer dan peribadatan di Anak benua India. Alat musik ini terdiri dari sepasang drum tangan dengan ukuran dan warna nada yang berbeda. Nama Tabla berasal dari bahasa Arab tabl, yang bermakna "drum.

Minggu, 03 April 2011

My song "Push Up"

Chord + Lirik lagu "Pus - Up"


Intro : C Am F G C
C
#  Disanepina ini kujalani
  Am
  Disanepina ini ku akhiri
  Em                           F          G             C
  Kenangan indah yang kujalani dengan mu

  C
  Walau pun jauh kau slalu dihati
  Am
  Kau bagai bidadari yang slalu ku impi
  Em                              F       G        C
  Suka ataupun duka kau yang temani

   Am                        Em
  Ku harus melepas mu
  Am                   Em      Am
  Melupakan senyumu itu
  Am                         Em
  Tapi entah kau pun tau
      F                        G
  Tak ingin ku tinggal mu

  C                                  
  Pus-Up Kau sahabat sejati
  Am
  Pus-Up kaulah pelipur diri
  F                                            G               C
  Kuingin mendekap mu dan simpan dihati ini

  C       
  Pus-Up kau takan kulupakan
  Am
  Pus-Up kau takan ku siakan
  F                                   G                    C
  Kenangan indah yang kujalani dengan mu

outro: C Am F G C
back to #

lagu ini adalah lagu untuk anak - anak "Sanepina Adisdiq"

** Maaf Lagu maupun Clipnya dalam bentuk rekaman  belum rilis tapi lagu ini adalah cerminan kekompakan anak - anak kelas X - 6 Smansa periode 2010/2011.

Kamis, 31 Maret 2011

Musik Jentreng Tarawangsa




      Pengertian Musik Jentreng Tarawangsa


Tarawangsa adalah kesenian dari sumedang tepatnya dari rancakalong yang merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang ada di Jawa Barat. "Tarawangsa" sendiri memiliki arti alat musik gesek yang memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi dan nama dari salah satu jenis musik tradisional Sunda. Menurut sumber, Tarawangsa lebih tua keberadaannya daripada rebab, dan alat gesek yang lain. Rebab muncul di tanah Jawa setelah zaman Islam sekitar abad ke-1516, merupakan adaptasi dari alat gesek bangsa Arab yang dibawa oleh para penyebar Islam dari tanah Arab dan India. Setelah kemunculan rebab, tarawangsa biasa pula disebut dengan nama rebab jangkung (rebab tinggi), karena ukuran tarawangsa umumnya lebih tinggi daripada rebab. Pengertian Tarawangsa adalah semacam seni upacara menghormati dewi Padi (dewi Sri) dengan tarawangsa yang menjadi waditra pokoknya. Dan musik tarawangsa ini sering iringi dengan kecapi dan warga disana sering menyebutnya kacapi indung.


      Asal usul Musik Jentreng Tarawangsa


Menurut sumber yang saya temukan, Saat Rancakalong berada di bawah pemerintahan Mataram, Rakyat Rancakalong pernah ditimpa malapetaka yaitu hilangnya butiran padi dari dalam kulitnya. Padi banyak yang tidak jadi, biarpun berbuah tapi tidak berbiji atau hapa (Sunda). Kejadian ini diyakini bahwa masyarakat petani sudah melupakan tata tertib memuliakan padi atau Dewi Sri. Masyarakat pun gelisah dan panik menghadapi hal tersebut, dan mereka pun kebingungan dari mana dan kemana mereka harus mencari bibit padi. Para tokoh – tokoh  masyarakat pada waktu itu melihat terjadinya kelaparan, macam-macam penyakit, juga tidak sedikit yang meninggal dunia. Selanjutnya para tokoh masyarakat itu segera mengadakan musyawarah untuk menentukan keberangkatan ke Mataram untuk mencari bibit padi karena kabarnya di Mataram banyak bibit padi. Lalu ada utusan yang berangkat ke Mataram disertai utusan dari Sumedang yaitu Nyai Sumedang untuk membawa bibit padi itu.
Sesampainya di Mataram, mendapat kendala karena bibit padi di jaga dengan ketat tidak boleh di bawa keluar dari kerajaan Mataram dan selalu diincar oleh perampok, maka untuk membawa bibit padi tersebut para utusansalah satunya Embah Jati Kusumah menciptakan dua buah alat musik yang mempunyai fungsi sebagai alat untuk membawa benih padi dengan cara memasukannya ke dalam lubang resonator yang terdapat pada bagian belakang alat tersebut. Alat musik tersebut di beri nama Jentreng dan Tarawangsa.
Sampai di Rancakalong di sambut masyarakat dengan meriah karena keberhasilannya mendapatkan bibit padi. Dari mulai saat itulah kesenian Tarawangsa hidup dan berkembang di Rancakalong, pada awalnya Tarawangsa hanya merupakan kesenian yang bersifat instrumental akan tetapi kemudian oleh masyarakat Rancakalong dijadikan sebagai seni hormatan kepada Dewi Sri sehingga tidak hanya instrumen saja tetapi juga ada unsur upacara dan unsur tari. Kesenian ini dipergelarkan di Saung (rumah kecil tempat istirahat di sawah) sebagai upacara hormatan pada Dewi Sri dengan dipimpin oleh Saehu dan Paibuan.


      Instrumen Musik Jentreng Tarawangsa


Instrumen Musik Jentreng Tarawangsa adalah jentreng sabagai pengiring dari tarawangsa iru sendiri dan tarawangsa sebagai instrumen pokok yang berfungsi sebagai melodi pada musik ini. Alat musik tarawangsa terbuat dari kayu kenanga, jengkol, dadap,dan kemiri. Dalam ensambel, tarawangsa berfungsi  sebagai pembawa melodi / memainkan lagu, sedangkan jentreng berfungsi sebagai pengiring / mengiringi lagu.


      Cara memainkan Musik Jentreng Tarawangsa


.Sebagai alat musik gesek, tarawangsa tentu saja dimainkan dengan cara digesek. Akan tetapi yang digesek hanya satu dawai, yakni dawai yang paling dekat kepada pemain; sementara dawai yang satunya lagi dimainkan dengan cara dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Kemudian, sebagai nama salah satu jenis musik, tarawangsa merupakan sebuah ensambel kecil yang terdiri dari sebuah tarawangsa dan sebuah alat petik tujuh dawai yang menyerupai kecapi, yang disebut Jentreng. Pemain tarawangsa hanya terdiri dari dua orang, yaitu satu orang pemain tarawangsa dan satu orang pemain jentreng
Alat Musik Jentreng Tarawangsa dimainkan dalam laras pelog, sesuai dengan jentrengnya yang distem ke dalam laras pelog. Demikian pula repertoarnya, misalnya tarawangsa di Rancakalong terdiri dari dua kelompok lagu, yakni lagu-lagu pokok dan lagu-lagu pilihan atau lagu-lagu tambahan, yang semua berlaraskan pelog. Lagu pokok terdiri dari lagu Pangemat/pangambat, Pangapungan, Pamapag, Panganginan, Panimang, Lalayaan dan Bangbalikan. Ketujuh lagu tersebut dianggap sebagai lagu pokok, karena merupakan kelompok lagu yang mula-mula diciptakan dan biasa digunakan secara sakral untuk mengundang Dewi Sri. Sedangkan lagu-lagu pilihan atau lagu-lagu yang tidak termasuk ke dalam lagu pokok terdiri dari Saur, Mataraman, Iring-iringan (Tonggeret), Jemplang, Limbangan, Bangun, Lalayaan, Karatonan, Degung, Sirnagalih, Buncis, Pangairan, Dengdo, Angin-angin, Reundeu, Pagelaran, Ayun Ambing, Reundeuh Reundang, Kembang Gadung, Onde, Legon (koromongan), dan Panglima.


      Pertunjukan  Musik Jentreng Tarawangsa


Musik Jentreng Tarawangsa biasanya disajikan berkaitan dengan upacara padi, misalnya dalam ngalaksa, yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Dalam pertunjukannya ini biasanya melibatkan para penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka menari secara teratur.
Mula-mula laki-laki, disusul para penari perempuan. Mereka bertugas ngalungsurkeun (menurunkan) Dewi Sri dan para leluhur. Kemudian hadirin yang ada di sekitar tempat pertunjukan juga ikut menari. Tarian tarawangsa tidak terikat oleh aturan-aturan pokok, kecuali gerakan-gerakan khusus yang dilakukan Saehu dan penari perempuan yang merupakan simbol penghormatan bagi dewi padi. Menari dalam kesenian Tarawangsa bukan hanya merupakan gerak fisik semata-mata, melainkan sangat berkaitan dengan hal-hal metafisik sesuai dengan kepercayaan si penari. Oleh karena itu tidak heran apabila para penari sering tidak sadarkan diri. Semua Pemain Tarawangsa terdiri dari laki-laki, dengan usia rata-rata 50 – 60 tahunan. Mereka semuanya adalah petani.

Kamis, 24 Maret 2011

Seni Kuda Renggong

Pengertian

Kuda Renggong merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Kata "renggong" di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (bahasa Sunda untuk "ketrampilan") cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang, yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan anak sunat.
 
Sejarah

Menurut tuturan beberapa seniman, Kuda Renggong muncul pertama kali dari desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang. Di dalam perkembangannya Kuda Renggong mengalami perkembangan yang cukup baik, sehingga tersebar ke berbagai desa di beberapa kecamatan di luar Kecamatan Buah Dua. Dewasa ini, Kuda Renggong menyebar juga ke daerah lainnya di luar Kabupaten Sumedang.

Bentuk kesenian

Sebagai seni pertunjukan rakyat yang berbentuk seni helaran (pawai, karnaval), Kuda Renggong telah berkembang dilihat dari pilihan bentuk kudanya yang tegap dan kuat, asesoris kuda dan perlengkapan musik pengiring, para penari, dll., dan semakin hari semakin semarak dengan pelbagai kreasi para senimannya. Hal ini tercatat dalam setiap festival Kuda Renggong yang diadakan setiap tahunnya. Akhirnya Kuda Renggong menjadi seni pertunjukan khas Kabupaten Sumedang. Kuda Renggong kini telah menjadi komoditi pariwisata yang dikenal secara nasional dan internasional.

Dalam pertunjukannya, Kuda Renggong memiliki dua kategori bentuk pertunjukan, antara lain meliputi pertunjukan Kuda Renggong di desa dan pada festival.

Pertunjukan di pemukiman

Pertunjukan Kuda Renggong dilaksanakan setelah anak sunat selesai diupacarai dan diberi doa, lalu dengan berpakaian wayang tokoh Gatotkaca, dinaikan ke atas kuda Renggong lalu diarak meninggalkan rumahnya berkeliling, mengelilingi desa.

Musik pengiring dengan penuh semangat mengiringi sambung menyambung dengan tembang-tembang yang dipilih, antara lain Kaleked, Mojang Geulis, Rayak-rayak, Ole-ole Bandung, Kembang Beureum, Kembang Gadung, Jisamsu, dll. Sepanjang jalan Kuda Renggong bergerak menari dikelilingi oleh sejumlah orang yang terdiri dari anak-anak, juga remaja desa, bahkan orang-orang tua mengikuti irama musik yang semakin lama semakin meriah. Panas dan terik matahari seakan-akan tak menyurutkan mereka untuk terus bergerak menari dan bersorak sorai memeriahkan anak sunat. Kadangkala diselingi dengan ekspose Kuda Renggong menari, semakin terampil Kuda Renggong tersebut penonton semakin bersorak dan bertepuk tangan. Seringkali juga para penonton yang akan kaul dipersilahkan ikut menari.

Setelah berkeliling desa, rombongan Kuda Renggong kembali ke rumah anak sunat, biasanya dengan lagu Pileuleuyan (perpisahan). Lagu tersebut dapat dilantunkan dalam bentuk instrumentalia atau dinyanyikan. Ketika anak sunat selesai diturunkan dari Kuda Renggong, biasanya dilanjutkan dengan acara saweran (menaburkan uang logam dan beras putih) yang menjadi acara yang ditunggu-tunggu, terutama oleh anak-anak desa.

Pertunjukan festival

Pertunjukan Kuda Renggong di Festival Kuda Renggong berbeda dengan pertunjukan keliling yang biasa dilakukan di desa-desa. Pertunjukan Kuda Renggong di festival Kuda Renggong, setiap tahunnya menunjukan peningkatan, baik jumlah peserta dari berbagai desa, juga peningkatan media pertunjukannya, asesorisnya, musiknya, dll. Sebagai catatan pengamatan, pertunjukan Kuda Renggong dalam sebuah festival biasanya para peserta lengkap dengan rombongannya masing-masing yang mewakili desa atau kecamatan se-Kabupaten Sumedang dikumpulkan di area awal keberangkatan, biasanya di jalan raya depan kantor Bupati, kemudian dilepas satu persatu mengelilingi rute jalan yang telah ditentukan panitia (Diparda Sumedang). Sementara pengamat yang bertindak sebagai Juri disiapkan menilai pada titik-titik jalan tertentu yang akan dilalui rombongan Kuda Renggong.

Dari beberapa pertunjukan yang ditampilkan nampak upaya kreasi masing-masing rombongan, yang paling menonjol adalah adanya penambahan jumlah Kuda Renggong (rata-rata dua bahkan empat), pakaian anak sunat tidak lagi hanya tokoh Wayang Gatotkaca, tetapi dilengkapi dengan anak putri yang berpakaian seperti putri Cinderella dalam dongeng-dongeng Barat. Penambahan asesoris Kuda, dengan berbagai warna dan payet-payet yang meriah keemasan, payung-payung kebesaran, tarian para pengiring yang ditata, musik pengiring yang berbeda-beda, tidak lagi Kendang Penca, tetapi Bajidoran, Tanjidor, Dangdutan, dll. Demikian juga dengan lagu-lagunya, selain yang biasa mereka bawakan di desanya masing-masing, sering ditambahkan dengan lagu-lagu dangdutan yang sedang popular, seperti Goyang Dombret, Pemuda Idaman, Mimpi Buruk, dll. Setelah berkeliling kembali ke titik keberangkatan. 

Dari dua bentuk pertunjukan Kuda Renggong, jelas muncul musik pengiring yang berbeda. Musik pengiring Kuda Renggong di desa-desa, biasanya cukup sederhana, karena umumnya keterbatasan kemampuan untuk memiliki alat-alat musik (waditra) yang baik. Umumnya terdiri dari kendang, bedug, goong, terompet, genjring kemprang, ketuk, dan kecrek. Ditambah dengan pembawa alat-alat suara (speakrer toa, ampli sederhana, mike sederhana). Sementara musik pengiring Kuda Renggong di dalam festival, biasanya berlomba lebih "canggih" dengan penambahan peralatan musik terompet Brass, keyboard organ, simbal, drum, tamtam, dll. Juga di dalam alat-alat suaranya.

Makna

Makna yang secara simbolis berdasarkan beberapa keterangan yang berhasil dihimpun, diantaranya

    Makna spiritual: semangat yang dimunculkan adalah merupakan rangkaian upacara inisiasi (pendewasaan) dari seorang anak laki-laki yang disunat. Kekuatan Kuda Renggong yang tampil akan membekas di sanubari anak sunat, juga pemakaian kostum tokoh wayang Gatotkaca yang dikenal sebagai figur pahlawan;
    Makna interaksi antar mahluk Tuhan: kesadaan para pelatih Kuda Renggong dalam memperlakukan kudanya, tidak semata-mata seperti layaknya pada binatang peliharaan, tetapi memiliki kecenderungan memanjakan bahkan memposisikan kuda sebagai mahluk Tuhan yang dimanjakan, baik dari pemilihan, makanannya, perawatannya, pakaiannya, dan lain-lain;
    Makna teatrikal: pada saat-saat tertentu di kala Kuda Renggong bergerak ke atas seperti berdiri lalu di bawahnya juru latih bermain silat, kemudian menari dan bersilat bersama. Nampak teatrikal karena posisi kuda yang lebih tampak berwibawa dan mempesona. Atraksi ini merupakan sajian yang langka, karena tidak semua Kuda Renggong, mampu melakukannya;
    Makna universal: sejak zaman manusia mengenal binatang kuda, telah menjadi bagian dalam hidup manusia di pelbagai bangsa di pelbagai tempat di dunia. Bahkan kuda banyak dijadikan simbol-simbol, kekuatan dan kejantanan, kepahlawanan, kewibawaan dan lain-lain.

Musik Jawa tengah Jawa Timur

     Seni Musik Jawa Tengah
SITER – ALAT MUSIK JAWA TENGAH
Suaranya lembut dan jernih layaknya alat musik petik lainnya. Melodi yang dimainkan oleh siter bisa sangat variatif. Alat musik Jawa Tengah ini memang sudah jarang dimainkan. Bahkan saat ini ternacam punah. Padahal siter adalah gitar Jawa yang suaranya tidak kalah menarik bila dibandingkan dengan guzheng (Cina) atau sitar (India).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...