Jumat, 29 Juli 2011

Aqidah


Aqidah Al- Islamiyah
v  MKANA AQIDAH :
            Aqidah berasal dari kata AQODA-YAQIDU-AQDAN(AQIDATAN) Yang artinya Simpul,Ikatan ,Perjanjian dan Kokoh
            Setelah menjadi Aqidah berarti berkeyakinan,Secara Istilah menurut Hasan Al-Banna
“Beberapa perkataan yang wajib diyakini kebenarannya oleh hatimu mendatangkan ketetraman jiwa menjadi kesaktia yang tidak tercampur sedikitpun dengan ragu-ragu istilah lain tentang Aqidah
v  PELJARAN TENTANG AQIDAH SEPERTI:
1.Iman
2.Tauhid
3.Ushuluddin
4.Ilmu Kalam
5.Fiqih Akbar
·         Iman ada yang menyamakan Istolah Iman dengan Aqidah dan ada juga yang membedakan nya,bagi yang membedakan Aqidah hanyalah bagian dalam (aspek hati)dari Iman .Sebab Iman mengangkat Aspek dalam dan aspek luar,aspek dalamnya berupa keyakinan dan aspek luarnya berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal sebenarnya masalanya tergantung dari definisi kita. Kalau kita mrngikuti Definisi iman menurut jahmiyah dan asyariyah yang mengatakan bahwa Iman hanyalah Atasbiq (membenarkan Didalam hati)Maka Iman dengan Aqidah 2 makna Yang besinonim.senada dengan ini pendapat Iman Abu khalifah yang mengatakan bahwa Iman hanyalah Itiqad,sedangkan Amal adalah bukti Iman,tetapi tidak dinamai Iman sebaiknya jika kita mengikuti definisi Iman menurut Ulama Shalaf(termasuk Imam Ahmad ,Imam Malikdan Imam Syafi’i)Yang mengatakan bahwa Iman adalah:”Sesuatu yang diyakini dalam hati,diucapkan dengan Lisan ,dan diamalkan dengan anggota Tubuh”
·         Tauhid artinya mengesakan Allah (mengesakan Allah Tauhidullah)Ajaran Tauhid adlah teman central Aqidah dan Iman,oleh sebab itu Aqidah dan Iman diidentifikasikan juga juga dengan istlah Tauhid
·         Ushuluddin artinya Pokok-pokok Agama,Aqidah,Iman,dan tauhid disebut juga Ushuluddin karena ajaran Aqidah merupakan pokok-pokok ajran Agma Islam.
·          Ilmu Kalam ,Kalamartinya berbicara atau pembicaraan dinamai Ilmu kalam karena banyak dan luasnya dialog dan perdebatan yang terjadi antara pemikir masalah-masalah aqidah tentang bberapa hal misalnya tentang Al-quran apkah kholik atau bukan atau Qadim tentang takdir apakah manusia punya hak atau tidak tentang orang yang berdosa besar,kafir atau tidak dan lain sebagainya pembicaraan dan pembedaan luas seperti itu terjadi setelah cara berfikir Rasional dan filasapati mempengaruhi Ulama Islam dan para Pemikir.
·         Fiqih Akbar artinya fiqih besar istilah ini berdasarkan pemahaman bahwa tafakkuh fiddin yang yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 122 bukannya masal fiqih tentu dan utama masalah Aqidah
v  RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH :
Hasan Al-Banna mengumpulkan pembahasan ruang lingkup Aqidah kedalam 4 pembhasan :
1.Illahiyath yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah ,wujud Allah nama-nama dan sifat-sifat Allah dan Af’al (Pekerjaan)
2 .Nubuwat yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul
3.Ruhaniyat yaitu pembahasan tentang segala Sesutu yang berhubungan dengan Alam metafisik seperti Malikat ,jin,Iblis ,syaiton dan lain-lain.
4.Samiyyat yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya diketahui lewat Sam’I (pendengaran)(dalil naqli berupa Al-Quran dan As-sunnahseperti alam Barzakh ,Akhirat Azab Kubur, tanda-tanda Kiamat,dan Surga .Sumber Aqidah Islam adalah Al-Qur’an dan AS-sunnah
v  BEBERAPA KAIDAH AQIDAH:
1.Apa yang saya dapat dengan Indra saya saya yakin adanya .kecualijika akal saya mengatakan “Tidak”berdasarkan pengalaman yang masa lalu.
2.Keyakina disamping diperoleh dengan menyaksikan langsung juga bias melalui berita yang diyakini kejujuran si pembawa berita.
3.Anda tidak berhak mengungkiri wujudnya sesuatu hanya karena anda tidak bias menjangkaunya dengan indra mata
4.Seseorang hanya bisa menghayalkan sesuatu yang sudah pernah dijangkau oleh Indaranya
5.Akal hanya bisa menjangkau hal–hal yang terkait dengan ruang dan  waktu
6.Iman adalah Fitrah setiap manusia
7.kekuasan materiel didunia sangat terbatas
8.Keyakinan tentang hari Akhir adalah konsekuensi logis dari keyakinan tentang adnya Allah SWT.
ALLAH SWT
Dibuktikan dengan :
1.Dalil Fitrah=Dalil Suci
2.Dalil Aqli=Dalil Akal
3.Dalil Naqli=Dalil Bukti –bukti seperti Al-Quran dan  AS-Sunnah

1.Setiap manusia yang dilahirkan (bayi) dilahirkan dengan suci maka orangtuanyalah yang menjadikanmereka Yahudi,nashrono(Kristen),menjadikannya majusi(menyembah Api)
2.Dialah yang telah menciptakan kalian dari Tanah dan dari Air mani kemudian dari segumpal darah kemudian dikeluarkan lah oleh kalian menjadi seorang bayi(anak)untuk menjadikan kalian dewasa kemudian untuk menjadikan kalian kakek-kakek .
3.Dia yang pertama dan yang terakhir (jelas)ada dia dengan segala sesuatu yang maha mengetahui.
“TAUHIDDULAH”
Pembagian Tauhid dibagi menjadi 3 bagian :
1.Tauhid Rububiyah yaitu mengimani bahwa Allah adalah pencipta dan pemberi Rizki dan pemelihara dalilnya :
2.Tauhid Mulkiyah yaitu Mengimani bahwa Allah sebagai raja dan pemilik segala sesuatu dalilnya :
3.Tauhid Illahiyat atau Ulluhiyat yaitu mengimani bahwa Allah adalh tuhan yang disembahdalilnya :
“Makna LAA ILAHA ILALLAH”
1.Tidak ada pencipta kecuali Allah
2.Tidak ada yang member rizki kecuali Allah
3.Tidak ada yang memelihara kecuali Allah
4.Tidak ada yang mengelola kecuali Allah
5.Tidak ada yang memiliki kecuali Allah
6.Tidak ada yang melindungi kecuali Allah
7.Tidak ada yang menghukum kecuali Allah
8.Tidak ada tijuan kecuali Allah
9.tidak ada yang diibadaki kecuali Allah
“HAKIKAT DAN DAMPAK 2 KALIMAT SYHADAT”
o   Ikrar akan dapat diwujudkan secar benar jika mengikuti petunjukyang disampaikan oleh Rasul SAW
o   Kata Asyhadu secara etimologis berakar dari kata Syahida yang memiliki 3 pengertian Musyahadah(Menyaksikan) Syahadeh(Kesaksian)dan Half(sumpah) ketiga pengertia itu dipakai dalam Al-Quran (Al-Muthafifin ayat 21)At-Thalaq ayat 2,Al-munafiqunayat 1
o   Dari ketiga pengertian diats terdapat releransi yang kuat seseorang akan bersumpah bila dia memberi kesaksian dan dia akan memberi kesaksian bila dia menyaksikan.
o   Inti syahadat yang pertama ialah beribadah kepada Allah dan yang kedua yaitu menjadikan Rasul sebagai titik pusat keteladanan .
“Sesungguhnya telah ada untuk kalian pada diri Rasullah contoh yang baik(Al-Ahzab)
“YANG MEMBATALKAN 2 KALIMAT SYAHADAT”
1.Bertakwa bukan kepada Allah dalilnya:”Dan kepada Allah lah kalian bertakwa jika kalian beriman (5 :23)
2.Beramal dengan bukan tujuan Allah
3.Mencintai kehidupan Dunia melebihi kehidupan Akhirat atau menjadikan dunia segala-galanya (Ibrahim:2,3)
4.Memperolok-olok al-Quran dan As-sunnah atau syair dalam Islam (At-Taubah:64-65)
5.Tidak beradab dalam bergaul dengan Al-Insan atau tidak menerapkan Adab –adab Rasulullah SAW
6.Menyenangi kemusyrikan dan tidak menyenangi Tauhid
7.Mengkufurkan orang Islam atau menghalakan darahnya dalilnya:”Mencaci orang Musli adalah kekafiran dan membunuhnya adalah kekufuran”
8.Syirik kecil(RIYA)
“Nama dan Sifat-sifat Allah”
Metode Iman dengan Al-Asma wa Sifat ada dua Yaitu:
1.      Itsbat yaitu mengimani bahwa Allah SWT memiliki Al-Asma wa Sifat yang menunjukan kemaha sempurnaan Allah
2.      Nafyu yaitu menolak segala Al –Asma Wa sifat
Ø  Mengimani Al-Asma Wasifat bagi Allah SWT harus apa adnya tanpa menanyakan atu mempertanyakan bagaimana atau kafiya dalam Hadits disebutkan ;”Allah memiliki99 nama (seratus kurang satu)barangsiapa yang menghafalnya maka dia akan masuk surga(H.R Muslim)
Ø  Jangan member nama Allah dengan nama yang tidak disebutkan dalam Al-Qurandan As-Sunnah
“ILMU ALLAH”
Seperti yang sudah kita sebutkan dalam pembahasan tentang Al-Asma wasifat bahwa memahami hadits rosulullah SAW yang menjanjikan surge bagi orang –orang yang menghafal Al-Asma Wasifat ,Al-Husna ,tidak bias secara hafiah sempit dan terpisah dari Hadits –hadits lain atau lepas dari kesatuan seluruh ajara Islam yang ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah.
Bukankah disamping janji Rosulullah diatas masih banyak Ayat-ayat Al-Quran dan Hadits-hadits nabiyang lain yang berisi perintah dan larangan serta petunjuk petunjuk yang harus diikuti oleh setiap orang yang menghapal Alasma Wasiffat ,Al-Husna tersebut .
Disamping itu pemahaman diatas Al-Asma ,Al-Husna juga harus dikaitkan dengan konsekuensi dan Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari di sebuah Aspek kehidupan .Misalnya dengan memahami bahwa Allah SWT oleh Al-Alim (yang Maha Mengetahui),kita harus mengaplikasikan keyakinan tersebit dalam kehidupan nyata dengan berusaha maksimal melaksankan perinah-Nya dan Meninggalkan larangan-Nya ,dimanapun,kapanpun,baik ditempat ramai atau ditempat Sunyi kita tidak lagi terpengaruh dengan “diketahui / Tidak diketaui”oleh orang lain untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu ,karena kita menyadari sepenuhnya bahwa Allah SWT yang Maha mengetahui pasti slalu melihat ,mendengar ,dan memperhatikan apa yang kita lakukan dimana pun kapanpun saja juga dengan meyakini bahwa betapa luas tak terbatasnya Ilmu Allah SWT seseorang akan menyadari posisi ilmunya dan ilmu manusi secara keseluruhan dibandingkan dengan Ilmu Allah SWT Juga dia akan memahami sejauh mana kebenaran Ilnu manusia tersebut dibandingkan dengan Ilmu Allah yang Mutlak benar
“ILMU ALLAH TIDAK TERBATAS”
Allah SWT mempunyai Ilmu yang tidak terbatas dia mengetahui apa saja yang ada dilangit dan di bumi yang ghaib maupun yang nyata .Dalilnya :”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi.(Al-Hajj:70)
:”Disisinya segala anak kunci yang ghaib tiadalah yang Maha mengetahui kecuali Dia Sendiri ,Dia mengetahui apa-apa yang ada didaratan dan dilautan .Tiada gugus sehelai pun daun kayupun melainkan dia mengetahui-Nya dan Tiada sebelah biji dalam gelap gulita bumidan tiada pula benda yang basah dan yang kering melainkan semuanya dalam kitab yang terang (Al-An’am:59)
Ilmu Allah tidak terbatas ayat kaumniyah,kauliyah,wahyu,alam semesta :
1)   Ilham Fitri
2)   Insting Hayawan
3)   Perintah allah untuk Malaikat
4)   Isyrat
5)   Hadits kudsi
6)   Bisikan Syaitan
Syirik adalah mempersekutukan Allh SWT dengan Makhluknya,baik dalam dimensi Rububiyah,Mulkiyahh maupun Illahiyath,secara langsung atau tidak langsung ,secara nyata atau terselubung
Dalam dimensi Rububiyah misalnya meyakini bahwa ada Makhluk yang mampu menolak segala kemudaratan dan meraih segala kemanfaatan atau dapat memberikan berkat,seperti meyakini kesaktian para wali Allah sehingga dia meminta bantua kepada mereka untuk menolak petaka atau untuk meraih keuntungan apalagi bila wali tersebut sudah meninggal dunia .
Dalam Dimensi Mulkiyah misalnya mematuhi sepenuhnya para penguasa non muslim bukan terpaksa disamping mengatakan patuh kepada Allah SWT ,padahal pemimpin non muslim itu menghalalkan apaa yang diharamkan oleh Allah SWT dan mengharamkan apa yang dihalkan atau mengajaknya melakukan kemaksitan
Dalam Dimensi Illahiyah misalnya berdoa kepda Allah melalui perantara orang yang sudah meninggal pada hakikatnya orang yang syirik dengan makhluk atau sipapun,member sifat ketuhanan kepada makhluk tersebut baik secara keseluruhan maupun sebagian saja,baik dalamtingkat yang sebanding maupun berbeda tentu saja perbuata seperti itu merendahkan Allah SWT dan tidak mengetahui keMaha Esaan-NYa baik dalam zat AlAsma was-siffat Af’alNya.Sekaligus perbuata syirik juga merendahkan martabat manusia apalagi jika yang diberikan sifat ketuhanan tersebut Alam lain yang bukan manusia,bukankah Esensi ajaran Ilmu Tauhid membebaskan manusia dari penyembahan sesama Makhluk menuju penyembahan kepada Allah semata
Dilihat dari sifat dan tingkat sanksinya syirik dibagi menjadi 2 yaitu:
1)           Syirik Besar adalah menjadikan bagi Allah sekutu (Niddan)(yang dia berdoa kepadaNya seperti ia berdoa kepada Allah takut,harap,dan cinta kepadanya seperti kepada Allah satu bentu Ibadah kepadanya seperti ibadah kepada Allah SWT)(Kitab Al-Qowulas-shahid ,asa Adi tt 29).Syirik besar itu ada yang Zahirun,Zaliyun(Nampak nyata seperti menyembah matahari,berhala bulan,bintang,MalaikatBenda-benda tertentu mempertuhankan Isa Al-Masih dan lain-lain.dan ada juga yang bathinun khafiun (tersembunyi)seperti berdoa kepada orang yang sudah meninggal,meminta pertolongan kepadanya untu dikabulkan keinginannya atau meminta disembuhkan dari penyakit dihindarkan dari bahaya dan lain-lain disebut hofiyan (tersembunyi)karena yang berdoa tidak pernah mengakui bahwa ia meminta kepda orang yang mati,Dia menganggap orang mati tersebut hanyalah sebagai perantara supaya doanya dikabulkan oleh allah SWT (Az-Zumar:23)danjuga dia tidak menganggap berdoa dikuburan itu sebgai ibadah padahal itu adalah otakny Ibadah (H.R.Trimidzi).Syirik jenis inilah besar yang dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT ,kecuali dia bertobat sebelum ia meninggal dan pelakunya diharamkan masuk Surga .
2)        Syirik kecil ialah semua perkataan dan perbuatan yang akan membawa seseorang kepada kemusrikan (as-sa’adi,TT,30)Syirik kecil termasuk dosa besar yang dikhawatirkan akan mengantarkan pelakunya kepada Syirik besar,jika orang yang melakukan syirik kecil meninggal sebelum bertobat dan diakhirat ternyata Allah tidak berkenan mengampuninya maka ia akan masuk neraka
Diantara Amal perbutan yang termasuk syirik kecil ini adalah:
1)   Bersumpah dengan selain Allah
2)   Memakai Az-Zimat (Untuk menolak bahaya atau memurahkan rezeki)
3)   Menggunakan mantra-mantra,untuk menolak kejahatan pengobatan dan sebagainya
4)   Sihir
5)   Ramalan atau Perbintangan (Astrologi)
6)   Bernazar kepada selain Allah
7)   Menyembah binatang atau mempersembahkan kurban bukan kepada AllahSWT
Dalil tentang Syirik :”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya ,Barang siapa yang menyekutukan Allah SWT maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar(An-Nisaa:48).
Bukan berarti Allah menutp pintu tobat bagi orang yang syirik sebab Allah akan akan mengampuni dosa apapun kalau yang bersangkutan bertobat kepada-Nya
  Dalil tentang Syirik:”Katakanlah “hai hamba-hambaku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri,janganlah kamu berputus Asa dari rahmat Allah SWT.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.Sesungguhnya Dialah yang Maha pengampun lagi Maha Penyayang (Az-Zumar:53)
Tapi bila seorang Musryik tidak bertobat sebelum meninggal dunia pintu keampunan sudah tertutup baginya,diakhirat nanti dia akan dimasukan oleh Allah kedalam Neraka
Dalilnya:”sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan)Allah,maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya di Neraka,tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong (Al-Maidah:72)
Disebut Orang Musryik itu orang Zalim karena kemusyrikan itu memang kezaliman yang sangat besar
Dalilnya :”Sesungguhnya Syirik itu kedzaliman yang Besar”(Al-Luqman:31)
2.Syirik Kecil
Syirik kecil ialah Semua perbuatan dan perkataan yang membawa seseorang kepada kemusyrikan (as-sa’adi,tt30)
Syirik kecil termasuk dosa yang besar dikhawatirkan akan mengatarkan pelakunya kepada Syirik Besar.Jika orang yang melakukan Syirik itu Meninggal sebelum bertobat dan diakhirat Allah tidak berkenan mengampuninya maka ia akan masuk Neraka
Diantara Amal-Amal yang termasuk Syirik Keci Ialah sebagai berikut :
A.    Bersumpah dengan selain nama AllahDalilnya :”Barang siapa yang bersumpah dengan selain nama Allah dia telah Kufur atau Syirik”(H.R.Trimidzi)
B.     Memakai Azimat(untuk menolak bahaya dan menyuburkan Rezeki)Dalilnya:”dari Uqbah Bi a Amir Rasullulah bersabda :”Barang Siapa yang menggantungkan diri kepda tangkal maka Allah tidak akan mempercayakan kepadanya(H.R.Ahmad)
C.     Menggunakan mantra–Mantra untuk menolak kejahatan,pengobatan dan sebagainya dalilnya:”Sesungguhnya mantra-mantra,Azimat dan guna-guna itu adlah perbuatan Stirik(H.R/Hiban)
D.    Sihir Dalilnya Barang siapa yang membuat satu simpul kemudian ia meniupinya,maka sungguh ia telah menyihir Barang siapa yang menyihir maka Sungguh ia telah Syirik(H.R.Nasa’i)
E.     Ramalan Atau Perbintangan (Astrologi) dalilnya:”Barangsiapa yang datng kepada tukang ramal,kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkannya apa yang dikatakannya tidak akan diterima Shalatnya 40 Hari(H.R.Abu Dawud)
F.      Bernazar kepada selain Allah Dalilnya:”Barang siapa yang bernazar untuk berbuat taat kepada  Allah maka hendaklah dia laksanakan Nazar itu,dan barang siapa bernazar untuk mendurhakai Allah ,maka jangan lah dia mendurhakai-Nya (H.R.Bukhori)
G.    Menyembelih Binatang / mempersembahkan korban buka kepada Allah SWT Dalilnya :”Dari Ali r.a Rosuluulah bersabda kepada ku dengan 4 kalimat yaitu :”allah melaknat orang yang menyembilih untuk selain Allah,Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya,Allah melaknat orang yang melindungi penjahat dan Allah melaknat orang yang mengubah batas tanah miliknya(H.R.Muslim)
H.    Riya
Secara khusus Rasulullah SAW mengingatkan akan bahaya salh satu Syirik kecil yaitu Riya Dalilnya :”Sesungguhnya yang paling aku takuti terjadi pada kalian adalah Syirik kecil,”Sahabat Bertanya “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah “Rasulullah menjawab “RIYA “ (H.R.Ahmad)
Riya pada hakikatnya adalah melakukan perbuatan karena ingin dilihat atau ingin dipuji orang lain.Apabila seseorang melakukan sesuatu hanya karena ingin dipuji orang lain,maka berari ia telah melakukan perbuatan Syirik kecil.Inilah yang paling ditakuti oleh Rasulullah SAW terjadi pada umatnya .Dalam sebuah Hadits yang panjang yang diriwayatkan oleh Muslim ,Rasulullah menggambarkan bahwa diakhirat nanti ada beberapa orang yang cap oleh Allah SWT sebagai Pendusta :Ada yang mengaku berjuang dijalan Allah hingga mati Syahid padahal dia berperang hanya ingin dkenal sebagai seorang pemberani :Ada yang mengaku mempelajari Ilmu Pengetahuan,mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an karena Allah,Padahal dia hanya ingin dikenal dengan ALIM QORI :Ada yang mengaku mendermakan hartanya hanya untuk mencari Ridho Alah,Padahal dia Hanya Ingin Disebut Dermawan .Amalan semua orang itu ditolak oleh Allah SWT dan mereka dimasukan kedalam Neraka (Ringkasan Makna Hadits riwayat Muslim dan Abu Hurairoh)Dalam sebuah Hadits Kudsi Allah Berfirman “Akulah yang paling tidak memerlukan sekutu ,barngsiapa yang memerlukan Amalan yang menyekutukan Aku dengan yang lain maka Aku berlepas dari dirinya maka Amalnya untuk sekutu itu (H Qudsi Riwayat Muslim)
Artinya silahkan dia meminta balasan Amalnya kepada sekutu itu yang tentu saja mereka tidakbisa apa-apa
Demikian lah uraian Syirik besar dan Syirik Kecil (As-SYIRKU AL-AKBAR dan As-SYORKU AL-ASGHOR) beserta contoh-contohnya diatas masih banyak contoh Modern sekarang ini (mungkin berhala-berhala yang disembah orang –orang yang disembah pada zaman Modern sekarang ini bukan lagi berhala dalam arti benda yang kokret, tetapi berupa  yang yang abstrak,bisa berupa prestise,jabatan,harta kekayaan,isme-isme dan lain-lain.)Tetapi dalam kesempatan sekarang ini kita tidak akan membicarakan bentuk-bentuk kemusyrikan modern tersebut.Silahkan anda menganalogkannya dengan contoh-contoh kemusyrikan “tradisional”diatas sebagai manapun bentuknya .esensi kemusyrikan itu tetap sama sepanjang masa.
“MALAIKAT”
Ø Makhluk Dibagi menjadi 2 yaitu Ghaib dan Nyata :
Ø Makhluk Ghaib adalah Segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh salah satu Panca Indra Manusia .
Ø Makhluk Nyata adalah Yaitu salah satu Makhluk yang bisa dijangkau oleh salah satu Panca Indra Manusia.
v  Berapa benda yang bisa dijangkau oleh Panca Indra orang-orang yang berada sekitarnya,tetapi tidak bisa dijangkau oleh orang yang jauh dari tempat itu,atau Ghaib pada masa tertentu,tetapi tidak ghaib pada masa lain.Ghaib ini disebut “Al-GHaib an-nisbi”
v  Cara mengetahui dan mengimani Makhluk Ghaib ada 2 Yaitu:
1.    Bil-Ikhbar/Melalui berita atau Informasi yang diberikan oleh sumber tertentu.
2.    Bil-Atsar/Melalui bukti-bukti nyata yang menunjukan Makhluk Ghaib ada
*   Pengertian Maklaikat                    Secara Etimologis   :Kata Malaikat adalah bentu jamak dari Malak yanmg mempunyai Arti Ar-Risal(Misi atau pesan)   
Secara Termonologis:Makhluk Gaib yang diciptakan oleh Allah dari Cahaya dengan wujud dan sifat tertentu.
·  Cara Mengetahui dan mengimani Malaikat Bil-Ikhbar atau yang disampaikan oleh Rasulullah bauk berupa Al-Qur’an maupun AS-Sunnah
·  :Bil-Ikhbar /melalui bukti-bukti nyata contohnya:Peristiwakematian dan Al-Qur’an
» Wujud Malaikat :Tidak dapat didengar ,dicium,dirba,dilihat,dan dirasakan oleh manusia/tidak dapat dijangkau oleh panca Indra,kecuali jika malaikat menampilkan dirinya sendiri dalam rupa tertentu seperti,seperti rupa Manusia .
» Sifat Malaikat:selalu menghabakan diri kepada Allah dan Patuh akan segala perintahNya,Serta tidak pernah berbuat Maksiat dan durhaka kepada Allah SWT
Nama-nama dan tugas Malaikat:
1)   Jibril :Menyampaikan wahyu kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul,Nama lain dari Malaikat jibril:Ruh Al-Qudus,Ar-Tuh,Al-Alim,an-Namus
2)   Mikail:Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan Alam,seperti melepaskan Angin,menurunkan hujan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan
3)   Israfil:meniup terompet /sangkakala dihari kiamat dan berbangkit.
4)   Izrail/Malaikat maut:berugas untuk mencabut nyawa manusia san Makhluk hidup lainnya /
5)   Rokibdan Atid :Mencatat Amal perbuatan manusia disamping rokib dan Atid ada juga malaikat Qiraman katibin yang bertugas menuliskan amal-amal perbuatan manusia (Q.S.Al-Infitar:10-12)Ada juga Malaikat Hafadzah (penjaga/pemelihara)yang berugas memelihar catatan Amalan manusia(Q.S.Al-An’am:61)
6)   Munkar dan Nakir:Menanyai mayat dalam Alam Kubur tetang siapa tuhannya?Apa Agamanya?dan Siapa NabiNya ?
7)   Ridwan:Menjaga surge dan memimpin malaikat –malaikat pelayan Surga
8)   Malik;Menjaga Neraka dan Memimpin Malaikat –Malaikat pelyan Neraka
9)   Malaikat yang bertugas memikul Arsy(40:7)
10)         Malaikat yang bertugas menggerakan hati Manusia untuk berbuat kebaikan damn kebenaran
11)         Malaikat yang bertugas mendoakan orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah SWT segala dosa-dosanya dan diberi ganjaran Surga dan dijaga dari segala keburukan dan do’a-doa lainnya (40:7-9)
»     Manusia dikatakan lebih mulia dari Malaikat apabila beriman dan taat kepada Allah SWT.
»     Alasan Manusia lebih Mulia dari Malaikat :
1)     Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS
2)     Malaikat tidak bisa menjawab pertanyan tentang Al Asma ,sedangkan Adam mampu menjawab ,dikarenakan Adam diberi Ilmu oleh Allah SWT
3)     Kepatuhan Malaikat kepada Allah SWT usdah tabiatnya sebab Malaikat tidak diberi hawa Nafsu,sedangkan kepatuhan manusia kepada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa Nafsu dan Godaan Syaitan.
4)     Manusia diberikan tugas oleh Allah untuk menjadi Khalifah di permukaan bumi
W    Hikmahnya beriman kepada Malaikat:
       I.  Akan lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang menciptakan dan menugaskan para Malaikat tersebut.
    II.  Akan lebih bersyukur kepada Allah SWT atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya dengan menugaskan para Malaikat untuk menjaga,membantu,dan mendoakan hamba-hamba-Nya
 III.  Akan berusaha dengan malaikat dengan jalan mensucikan jiwa,membersihkan hati dan meningkatkan Ibadah kepada Allah SWt sehingga seseorang akan beruntung bila termasuk golongan yang didokan oleh para para Malaikat,sebab doa para Malaikat tidak pernah ditolak oleh Allah SWT.
 IV.  Akan berusaha selau berbuat kebaikan dan selalu menjauhi segala kemungkaran /kemaksiatan serta ingan senantiasa kepada Allah SWT,sebab para Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
‘JIN,IBLIS,DAN SYAITAN”
·  Secara Etimologis kata Al-Jin berasal dari kata “janna”artinya bersembunyi Dinamai Al-jin karena tersembunya dari pandangan manusia
·  Kata yang lain yang berasal dari kata Janna adalah jannah artinya Taman dinammai demikian karena tersembunyai oleh pohon-pohon yang rindang
·  Janin artinya Jabang bayi,dinamai demikian karena tersembunyi didalam perut Ibu.
·  Kata Iblis berasal dari kata”Ablasa”artinya Putus Asa”dinamai Iblis karena dia putus Asa dari rahmat /kasih saying Allah.
·  Kata Syaiton berasal dari kata “Syatana”artinya “Menjauh”Dinamai Syaiton karena jauhnya dari kebenaran
·  Secara Terminologis Jin adalah sebangsa Makhluk Ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari “Api”
·  Bangsa Jin juga “Mukallaf”(diperinahkan untuk menjalankan Syariat Agama)
Sebagaimana halnya manusia dan Rasul yang mereka Ikut adalah Rasul dari Manusia .
Jadi ringkasannya “Jin”adalah Makhluk Ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari “Api”,Mukallaf seperti Manusia,diantara mereka ada yang patuh dan ada juga yang durhaka.
Yang Durhaka Pertama kali adalah “Iblis”anak cucunya disebut “Syaiton”
“HIZBU As-Syaiton”
·  Hizbu artinya golongan atau Partai jadi Hizbu As-Syaiton adalah Golongan atau partai Syaiton Maksudnya orang-orang yang sadar atau tidak menjadi Pengikut Syaiton.
·  Ciri-ciri utamai Hizbu As-Syaiton adalah;
1)Mereka dikuasai oleh Syaton
 2)Mereka lupa sengan Allah SWT
· Untuk menguasai dan membuat manusia lupa dengan Allah SWT Syaiton menempuh 2 cara:
1)Tadlil(Menyesatkan )
2)Takhwif (menakut-nakuti)
Langkah-Langkah yang ditempuh Syaiton (khutwatu As-Syaiton)dalam menyesatkan Umat Manusia adalah sebagai berikut:
1.WASWASAH(Bisikan)
2.NISYAN(Lupa)
3.TAMANI(angan-angan)
5.WA’DUN(Janji Palsu)
6.KAIDUN(tipu Daya)
7.SHADDUN(Hambatan)
8.ADAWAH(Permusuhan)
Kalau Syaiton tidak berhasil menyesatkan Umat manusia dengan langkah-langkah diatas Syaiton mempunyai cara lain yaitu menakut-nakuti.
Yang dimaksud takut disini adalah takut menyatakan kebenaran,menegakan hukun Alllah SWT melakukan Amar ma’ruf nahi munkar karena khawatir dengansegala resiko dan konsekuensinya .bila Takhwif tidak hanya dilakukan oleh Syaiton,tetapi juga bisa dilakukan oleh manusia para pengikut Syaiton (Syaitanil Insi)
Syaitanul Insi lebih berbahaya dari Syaiton yang sebenarnya,Karena manusia memiliki Sarana dan Prasarana untuk mewujudkan keinginan-keinginan jahat Syaiton secara Konkret.
Usaha –usaha melawan Syaiton:
1.Masuk Islam Secar Kaffah(utuh) dan menjauhi semua langkah –langka Syaiton
2.Selalu menyadari bahwa Syaiton adalah musuh utama &memberlakukannya sebagai musuh
3.Secar praktis Rasulullah mengajarkan beberapa Hal berikut:
a)    Membaca Istiadzah
b)   Membaca Al-Muazatain(Q.S.Al-Falaq&an-Nass)
c)    Membaca ayat kursi
d)   Membaca Quran Surat Al-Baqarah lengkap
e)    Membaca Zikir 100 kali sehari
f)    Mengingat Allah SWT
g)   Berwudhu tatkala Marah.
“KITAB-KITAB ALLAH SWT”
A.Pengertian Kitab-kitab Allah SWT:
§ Secara Etimologis kata kitab adalah bentuk mashdar dari Ka-Ta-Ba yang berarti menulis setelah menjadi mashdar berarti tulisan(yang ditulis).Bentuk jamak dari kitab adalah Kutub dalam bahasa Indonesia Kitab berarti buku.
§ Secara Terminologis Yang dimaksud dengan Kitab (Al-Kitab,Kitab Allah,Al-Kutub,Kitab-Kitab AllahSWT)adalah Kitab Suci yang diturunkan oleh Allah SWT Kepada para Nabi dan Rasul-Nya.
Kata Al-Kitab dalam Al-Quran dipakai untuk beberapa Pengertian :
1. Menunjukan semua Kitab Suci yang pernah diturunkan kepada para Nabi dan Rasul.
2. Menunjukan semua kitab suci yang diturunkan sebelum Al-quran
3. Menunjukan Kitab suci tertentu sebelum Al-Quran Misalnya Taurat.
4. Menunjukan Kitab suci Al-Quran secara Khusus.
         I.     Suhuf:Bentuk jamak dari Shahifa yang berarti Lembaran,dipakai untuk menunjukan kitab-kitab suci sebelum Al-Quran khususnya yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS &Musa AS sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Surat Al-A’la:18-19
      II.     Zubur :Bentuk jamak dari kata Zabur yang berarti Buku dipakai untuk menunjukan kitab-kitab suci yang diturunkan Allah sebelu Al-Quran sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Surat Al-Imron:184
   III.     Zabur bentuk jamak dari Zubur dipakai khusus untuk menunjukan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud AS,Sebagaimana yang dinyatakan dalam Surat An-Nissa:163
B.Kitab Allah sebagai Wahyu:
Karena Kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para nabi dan Rasul-Nya itu adalah kumpulan dari wahyu-wahyu –Nya ,maka ada baiknya juga kita membahas terlebih dahulu apa pengertian Wahyu dan bagaimana Allah menurunkannya.
Kata Wahyu secara etimologis :adalah bentuk bentuk Mashdar dari kata “Awha”yang mempunyai 2 Arti
1.Al-Khaffa=Tersembunyi atau Rahasia
2.A-Sur’ah=Cepat
Dinamai wahyu karena Wahyu itu adalah semacam informasi yang sangat rahasia,Cepat,Khusus,diketahui oleh pihak-pihak yang disetujui saja.
Secara Terminologis Wahyu adalah KalamAllah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya
Al-Quran menggunkan kata Wahyu untuk beberapa pengertian lain diantaranya “Ilham Fitri”
1.Ilham Fitri yang diberikan kepada manusia seperti Ilham yang debirikan Allah kepada SWT kepada Ibu Musa AS untuk menyusukan Bayinya .
2.Insting yang diberikan kepada hewan-hewan Seperti Insting yang diberikan Allah kepada Lebah untuk membangun sarang-sarang dibukuit-bukit ,dipohon-pohon,dan ditempat-tempat yang dibangun manusia.
3.Isyarat yang cepat dengan cara yang diberi tanda dank ode-kode tertentu seperti isyarat yang diberikan Nabi Zakariya kepada kaumnya untk bertasbih.
4.Bisikan Syaiton kepada Manusia untuk menggoda dan menipinya .
5.Perintah Allah kepada MalaikatNya
Wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul –Nya melalui 3 cara :
1.Melalui mimpi yang benar misalnya wahyu  yang diterima oleh nabi Ibrahim AS,Untuk menyembelih putranya.
2.Klam Illahi dari bilik Tabir seperti perintah melaksanakan Sholat Fardhu yang diterima oleh nabi Muhammad SAW sewaktu IsraMi;raj
3.Melalui Malaikat Jibril AS ,Seperti wahyu yang diterima oleh Rasulullah SAW
C.Kitab-Kitab Allah Sebelum Al-Quran
1.Taurat
2.Zabur
3.Injil
4.Suhuf Ibrahim
5.Suhuf Musa
Kitab-Kitab Allah yang diturunkan Allah sebelum Al-Quran tidak bersifat Universal meliankan bersifat lokal yaitu untuk umat tertentu dan juga tidak berlaku sepanjang masa.
Dari segi isi unutk hal-hal Prinsif (masalah Aqidah)sejarah dan fakta tentang alam semesta sebuah kitab suci tersebut manapun dengan kitab suci Al-Quran .Misalnya tentang Tauhid semuanya mengajarkan tentang keEsaan AllahSWT.
*Wahyu yang turun kepada Malaikat jibril ada 2 cara :
1.Jibril dating seperti adanya bunyi loncengyang keras
2.Jibril dating dengan merupakan Manusia
1.Mimpi yang benar(Ru’ya Shidiqotu fil Manam)
2.Dari belkang Hizab(Minwaroal-Hizab)
Allah SWT berfirman :”Dan Sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada Setiap Umat ,(untuk menyerukan )Sembahlah Allah saja &jauhilah Thagut .
    Allah ta’ala berfirman :”Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelu kamu,melainkan kami wahyukan kepadaNya bahwasnya Tiada Tuhan Selain Aku ,maka sembahlah oleh mu sekalian Aku/(Al-Anbiya:25)
    Ajaran tentang Uzair anak Allah dalam Taurat &Isa putra Allah serta ajaran Trinitas dalam Injil bukanlah berasal dari wahyu Allah SWT Semua itu adalah hasil Pemalsuan & pembahsan orang-orang Yahudi & Nashrani Tentang hal ini Allh menjelaskan.
Dalilnya :”Orang –orang Yahudi berkata:Uzair itu putra Allah dan orang-orang Nashrani berkata :Al-Masih itu putra Allah SWT .”Demikian itu ucapan ,ereka dengan mulut mereka ,mereka meniru perkataan orang-orang fafir terdahulu.Dilaknati Allah lah mereka Bagaimana mereka sampai berpaling.(At-Taubah:30) dan adapun dalil yang lain:’Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan :Bahwasannya Allah adalah satu dari 3(Trinitas)Padahal sekali-kali tidak ada,Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa.Jiika mereka tidak berhenti dari Apa yang mereka katakana itu,pasti orang-orang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
     Adapun mengenai Syariat dan hukum serta hal-hal yang praktis lainnya,aka nada perbedaan antara satu kitab dengan kitab yang lainnya sesuai dengan perkembangan zaman dan Umat tertentu, tentang hal ini Allah menjelaskan:”……Untuk tiap-tiap umat diantara kamu ,kami berikan Syariat dan Minihaj (Aturan)Sendiri(Al-Maidah:48)
     Dari semua kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah sebelum Al-Quran sebagaimana yang sudah diterangkan diatas tidak satupun lagi yang sampai kepada kita secara utuh sebagaimana yang diturunkan dahulu,Bahakan menurut Doktor Muhammad Na’im Yasir,tidak ada stu titab suci punyang berhak disebut kitab Allah sekarang ini selain kitab suci Al-Quran Yasir mengemukakan Alasan untuk mendukung pernyataan tersebut.
    Alasan-Alasannya Yasir setelah penulis lengkapi dengan sumber lain adalah:
                        1.Tidak ada satu pun Naskah Asli dari semua kitab suci yang turun sebelum Al-Quran terpelihara sampai sekarang         
             2.Kitab-Kitab suci tersebut sudah tercampur dengan ucapan manusia ,baik berupa Tafsir sejarah hidup para nabi,dan murid-murid mereka.
                        3.Tidak ada satupun dari kitab-kitab suci tersebut yang secara sah dapat di nisbahakan kepada Rasul yang membawa masing-masing kitab tersebut .
                        4.Terdapat pertentangan antara satu bagian dengan suatu kitab yang lain.,anatara satu kitab dengan kitab yang lain.
                        5.Terdapatnya beberapa pelajaran yang Batil tentang Pelajaran Allah SWT dan beberapa Rasulnya.
  D.”Al-Quran Sebagai Kitab Allah yang Terakhir”
ü   Kitab suci yang terakhir diturunkan oleh Allah SWT adalah Al-Quran Al-Karim yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dalam rentang waktu kurang lebih 23 tahun meliputi periode mekah dan Madinah
ü   Secara Etimologis Quran berarti bacaan atau yang dibaca berasala dari kata QA-RA-A yang artinya membaca
ü   Secara terminologis Quran berarti Wahyu Allah yang diturunkan kepada Anbi Muhammad SAW
@.Disamping Al-Quran Kitab suci Al-quran ini juga dinamai dengan nama lain seperti Al-Kitab,Al-Furqan ,Az-Zikru,Al-Mau’iznah,Al-Huda,As-Syifa dan lain-lain.
Usaha-Usaha untuk memelihara keutuhan dan keaslian Al-Quran
1.Rasulullah sebagai seorang yang Ummi berusaha Untuk menghafal ayat –ayat Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT
2.Setiap Rasulullah SAW selesai menerima ayat-ayat yang diwahyukan,beliau membacakannya kepada para sahabat dan memerintahkan kepada mereka untuk menghafal &diperintahkan untuk menuliskannya.
3.Pada masa Abu –Bakar As-Sidiq atas anjuran Umar Bin Khatab Al-Quran dapat dikumpulkan dalam satu Mushaf.
4.Pada masa Utsman bin Affan pembukaan Al-Quran disempurnakan dengan menyusun Surat demi surat sesuai dengan ketentua Rasulullah
5.Pada masa-masa berikutnya para ulama selalu berusah untuk menyempurnakan penulisan dan pemeliharaan Al-Quran sehingga lahirlah beberapa ILmu pengetahuan yang mendukung pemeliharaan keutuhan dan Keaslian Al-Quran Dan Al-Quran juga bersifat UNIVERSAL
#.“FUngsi Al-Quran terhadap kitab-kitab sebelumnya”
1.Nasikh,Baik Lafadz maupun Hukum,terhadap Kitab –kitab sebelumnya artinya semua kitab suci terdahulu dinyatakan tidak ada lagi.
2.Muhaimin,atau batu Ujian terhadap kebenaran kitab-kitab yang sebelumnya Artinya Al-Quran lah yang menjadi Korektor terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya.
3.Mushadiq,(menguatkan kebenaran-kebenaran)pada kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat dan Injil yang membawakan petunjuk Allah dan cahaya kebenaran.
#”Keistimewaan Al-Quran “
1.Berlaku Umum untuk seluruh Umat manusia dimana dan kapanpun mereka berada sampai akhir zaman nanti.
2.Ajaran Al-Quran mencakup seluruh Aspek kehidupan (As-Syumul),seperti aspek Ekonomi,Politik,Hukun,Budaya,Seni,Ilmu pengetahuan dan Lain-lain.
3.Medapat jaminan pemeliharaan dari Alllah SWT dari segala bentuk penambahan ,pengurangan dan pemalsuan.
4.Allah SWT menjadikan Al-Quran itu mudah difahami,dihafalkan dan diamalkan.
5.Al-Quran berfungsi sebagai Nasikh,Muhaimin,Mushadiq,terhadap kitab-kitab suci sebelumnya.
6.Al-Quran berfungsi sebagai Mukjizat bagi NAbi Muhammad SAW ,Mukjizat yang bararti melemahkan.
#Tantangan Al-Quran terhadap para penentang ada 3 Tahap:
1.Tantangan yang bersifat Umum yang mencangkup manusia dan jin untuk membuat seperti Al-Quran
2.Tantangan untuk membuat 10 Surat saja seperti surat-surat Al-Quran
3.Tantangan untuk membuat 1 Surat saja seperti srat yang berada pada Al-Quran.
#Mukjizat-Mukjizat Al-Quran ada &:
  1.Gaya Bahasa Al-Quran yang mengagumkan,yang tidak bisa ditandingi siapapun.
  2.Kandungan Al-Quran mengenai sejarah dan ramaln hidup manusia yang menakjubkan .
  3.Al-Quran sebagai sumber Ilmu pengetahuan
  4.Al-Quran sebagai pedoman seluruh hidup manusia.
  5.Al-Quran kitab suci yang bebas dari kesalahan-kesalahan
  6.Penerimaan Al-Quran,Nabi Muhammad SAW seorang Nabi yang Ummi
  7.Isi Al-Quran yang terpelihara dari uasah Pemalsuan.
E.”Perbedaan iman kepada Al-Quran dengan iman kepada kitab-kitab suci sebelumnya”
a)         Seorang Muslim Wajib mengimani semua kitab-kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul-Nya.
b)         Seorang Muslim hanyalah mempunyai kewajiban mengimani keberadaan dan kebenarannya tanpa berkewajiban dan mempelajari,mengamalkan dan mendakhwahkan.
c)         Kewajiban –kewajiban seorang muslim kepada Al-Quran:
1.mengimani bahwa Al-Quran adalah kitab Allah yang terakhir yang berfungsi sebagai Nasikh ,Muhaimin,dan Mushadiq.
#.Al-Quran sebagai Al-Kitab Allah yang Terakhir
Secara Etimologis Quran artinya “Bacaan atau yang dibaca”berasal dari kata Qa-Ra-A yang berarti membaca
Secara Terminologis Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW .
Nama-nama lain dari Al-Quran ialah:
a. Al-Kitab                                       d.Al-Mauizahah
b. Al-Furqan                                     e.Al-Huda
c. Az-Zikru                                      f.As-Syifa
Hal-hal yang selalu menyebabkan Al-Quran selalu utuh&Asli:
1.Karena adanya jaminan dari Allah SWT
2.Karena adanya usaha-usaha yang manusiawi,dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW oleh para sahabat dibawah bimbingan Rasuluulah SAW dan oleh generasi berikutnya dan setiap oleh generasi kemudian.
Usaha-Usaha yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menjaga keutuhan dan keaslian Al-Quran :
1.Rasulullah sebagai seorang yang Ummi berusaha untuk selalu menghafal ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT lewat Malaikt Jibril AS
2.Setiap Rasulullah menerima ayat-ayat yang diwahyukan beliau membacakannya didepan para sahabatnya dan meminta para sahabat untuk menghafalnya &kepada sahabat-sahabatnya tertentu diperintahkan untuk menghafalkannya & kepada sahabat-sahabat tertentu diperintahkan untuk menuliskannya disarana-sarana yang memungkinkan seperti pelepah korma,tulang-tulang binatang ,dibatu-batu dan kulit-kulit binatang.
3.Pada masa Abu Bakar Sidiq ,atas anjuran Umar bin Khatab dikumpulkan dalam 1 Mushaf.
4.Pada masa Utsman Bin Affan Pembukuan Al-Quran disempurnakan dengan menyusun surat demi surat sesuai dengan ketentuan Rasulullah SAW
5.Pada masa-masa berikutnya para ulama selalu berusaha untuk menyempurnakan penulisan dan pemeliharaan Al-Quran.
“Ayat Kauniyah dan Qauliyah”
Allah menuangkan sebagian Ilmunya kepada manusia melalui ayat Qauliyah dan ayat-ayat Kauniyah /wahyu dan Alam semesta .Wahyu dating pengertian istilah yaitu kalamullah yang diturunkan langsung dari belakang Tabir maupun yang diturunkan melalui Malaikay Jibril sedangkan secara Lughowi /bahasa ialah :
a.Ilham Fitri                           Wahyu yang diberikan pada Ibu Nabi Musa untuk menyusukan Musa
b.Insting                        Wahyu yang diberikan pada semut untuk bersarang
c.Isyarat                         Seperti yang diwahyukan kepada Nabi Zakariya untuk bertasbi
d.Perintah Allah kepada Malaikat                   Untuk mengerjakan segala sesuatu seperti perintah Allah pada Malaikat untuk membantu kaum Muslim dalam perang Badar
e.Bisikan Syaiton
f.Hadits Qudsi dan Nabawi
“.SYIRIK”.”SYIRIK”.”SYIRIK.”
· Mempersekutukan Allah dengan Makhluknya baik dalam dimensi Rububiyah maupun dalam Dimensi Mulkiyah dan Illahiyat,secara langsung atau tidak ,secara nyata atau terselubung
· Dalam Dimensi Rububiyah misalnya meyakini bahwa ada Makhluk yang mampu menolak segala kemudaratan dan meraih segala kemanfaatan atau dapat memberikan berkat seperti meyakini “kesaktian para Wali Allah” sehingga dia meminta bantuan kepada mereka untuk menolak petaka /untuk meraih keuntungan apalagi bila wali tersebut sudah meningggal dunia.
· Dalam Dimensi Mulkiyah misalnya memenuhi sepenuhnya para penguasa Non Muslim bukan terpaksa disamping menyatakan patuh kepada Allah,padahal pemimpin Non muslim itu menghalangi apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan dihalalkan / mengajaknya melakukan kemaksiatan.
· Dalam Dimensi Illahiyat misalnya berdoa kepada Allah SWT melalui perantara orang yang sudah meninggal dunia, pada hakikatnya orang yang mempersekutukan Allah dengan Makhluknya.
1.Penyembelihan &Nazar
2.Istiadzah dan Istighosah
3.Syafa’ah
4.Ghuluw terhadap orang Shalih
5.Sihir
6.Tawassul
7.Nusyrah,Tathoyyur,Tahjim
8.Perkataan dan Perbuaatan yang bersifat Kemusyrikan
@ Dalil tentang Penyembelihan Al kautsar ayat 2
@ Haditsnya “Allah Melaknati orang yang menyembelih untuk selain Allah”
·    Dilarang menyembelih binatang di tempat yang  dipakai oleh orang-orang Musyrik atau Non Islam untuk berkurban meskipun menyembelihnya Niat karena Allah.Haditsnya yang berarti:”Tsabit bin Ad-Dahak :Ada seorang yang bernazar akan menyembelih seekor unta disuatu tempat yang bernama BUWANAH,Lalu bertanyalah orang itu kepada Rasulullah SAW Nabi pun bertanya :”Apakah di tempat itu pernah ada salah satu dari berhala-berhala Jahiliyah yang di sembelih?Para Sahabat menjawab:”Tidak”beliau bertanya lagi:”dan Apakah di tempat itu pernah di laksanalan salah satu hari perayaan hari mereka?” mereka menjawab:”Tidak” maka Rasulullah SAW bersabda :”Penuhilah Nazar mu itu ,akan tetapi Nazar tidak boleh di penuhi apabila menyalahi hokum Allah dan yang tidak mungkin dmampui oleh manusia.(HR.Abu Dawud)
·   Dalin tentang anak yang dilahirkan:”Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaa fitrah maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi,Nashrani,dan Majusi”
· Bahaya-Bahaya Syirik:
1.    Kedzaliman yang besar (Q.S.Al-Luqman:13)
2.    Dosa yang Besar(Q.S.an-Nissa:48)
3.    Haram Surga (Q.S.Al-Maidah:72)
4.    Masuk Neraka (Q.S.Al-Maidah:72)
5.    Amalnya Terputus (Q.S.Al-An’am:88)(Q.S.Az-Zumar:65)
6.    Kesesatan yang jauh(Q.S.An-Nissa:60)
Kufur Definisi dan Jenisnya
   Al-Kufru secara Secara Bahasa Artinya “Menutupi”                                                                      Sedangkan menurt Istilah Syara Adalah” Tidak beiman kepada Allah dan RasulNya baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakanNya.
    Jenis Kufur ada 2 macam yaitu:1.Kufur Besar 2.Kufur Kecil.
Pengertian kufur besar dapat mengeluarkan dari Agama Islam.
   Kufur Besar Adalah Kekufuran yang dapat mengeluarkan Orang dari Agama Islam Kufur Besar ada 5 Macam:
1.Kufur karena mendustkan Dalilnya (Al-Ankabut:68)
2.Kufur karena Enggan dan Sombong padahal membenarkannya (2:34)
3.Kufur karena Ragu ( Al-Kahfi:35-38)
4.Kufur Karena Berpaling (Al-Ahqap:3)
5.Kufur karena Nifaq(Al-Munafiqun:3)
          Kufur kecil yaitu Kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dair Agama Islam .Disebut juga Kufur A’mali
Dosa –dosa yang disebut kan dalam Al-Quran &As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur tetapi tidak mencapai derajat kufur besara
  Contohnya Adalah sebagai berikut :
A.Kufur Nikmat (An-Nahl:83)
B.Membunuh orang Muslim Haditsnya mencaci seorang Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.
C.Bersumpah dengan selain nama Allah SWT Dalainya”Siapa yang bersumpah dengan selain nama Allah maka ia telah Kufur Atau Musyrik”(HR.Trimidzi dan beliau menghasankan Hadits tersebut .Al-Hakim menshohihkannya)
          Perbedaan antara Kufur besar dan Kufur Kecil adalah sebagai berikut:
1.Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari Agama Islam dan menghapus pahala Amalnya sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari Agam Islam hanya mengurangi pahala Amalnya sesuai kadar kufur dan pelakunya tetap diancam dengan siksa.
2.Kufur besar menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka sedangkan kufur kecil masuk neraka dan tidak kekal di dalam Neraka dan bahkan bisa saja Allah mengampini dosanya sehingga ia tidak dimasukan ke dalam neraka.
3.Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya (jika dalam pemerintahan Islam yang mengacu pada UU.Al-Quran /Hadits )Sedangkan kufur kecil tidak demikian.
4.Kufur besar menyebabkan adanya permusuhan yang sesungguhnya dengan kaum muslim adapun kufur kecil tidak melarang secara mutlak adanya kesetian dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar Imannya serta dimusuhi sesuai dengan kadar kekufurannya.
Nifaq,Definisi dan Jenisnya
®      Secara Bahasa berasal dari kata Annapiqou yaitu salah satu lubang tempat keluarnya Yarbu(Tikus Arab)dari sarangnya ,dikatakan juga berasal dari kata An-Nafaq  yaitu lubang tempat sembunyi.
®    Secara Istilah Syara adalah menampakan Islam dan Menyembunyikan Kekufurandan kejahatan .”orang nya disebut “Munafiq”
®  Jenis-Jenis Nifaq:
1.Nifaq I’tiqodo
2.Nifaq A’mali
®         Nifaq I’tiqodi (keyakinan)yaitu Nifaq besar dimana pelakunya menamfakan keislaman dan menyembunyikan kekufuranmenyebabkan keluar dari Agama dan pelakunya berada dalam kerak Neraka Allah menyipati mereka dengan:
a.Kekufuran
b.Ketiadaan Iman
c.Mengolok-olok / mencaci Agama dan pelakunya
d.Cenderung kepada musu-musuh Islam
vJenis-Jenis Nifaq I’tiqodi:
1.Mendustakan Rasulullah atau mendustakan dari sebagian apa yang beliau bawa
2.Membenci Rasulullah atau membenci dari apa yang sebagian beliau bawa
3.Merasa gembira dengan kemunduran Agama Rasulullah SAW
4.Tidak senang dengan kemenangan Agama Rasulullah SAW
®    Nifaq A’mali(Perbuatan)yaitu melakukan perbuatan suatu perbuatan orang –orang munafiq tetapi masih ada Iman dalam Hati .Nifaq jenis ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Agama Islam tetapi menjadikan perantara keluarnaya orang yang memlakukan Nifaq tersebut.
Rasulullah bersabda:”Ada 4 hal yang jika berada berada pada diri seseorang maka ia menjadi orang Munafik yang sesungguhnya,dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya maka berarti dia memiliki satu kebiasaan (cirri)NIfaq sampai ia meningggalkanya :Bila dipercaya Ia khianat,Berbicara Ia berdusta,Berjanji Ia memungkiri,dan bila bertengkar Ia berucap Kotor “(HR.Muttafaqun Alaih)
W .Perbedaan antara Nifaq I’tiqodi dan Nifaq A’mali adalah sebagai berikut:
1.Nifaq I’tiqodi mengeluarkan pelakunya dari Agama Islam sedangkan Nifaq A’mali tidak demikian
2. Nifaq I’tiqodi adanya perbedaan antara yang lahir dan batin dalam hal keyakinan,sedangkan Nifaq A’mali adanya perbedaan yang lahir dan yang batin dalam hal perbuatan.
3.Nifaq I’tiqodi tidak terjadi pada seseorang muslim,Sedangkan Nifaq Amali bisa saja terjadi pada seorang Muslim
4.Biasanya Nifaq besar tidak berobat (Nifaq I’toqodi),sedengkan Nifaq kecil biasanya bertobat sehingga diterima Allah (Nifaq A’mali)
HakikatJahiliyah,Kefasikan dan Kesesatan
Riddah macam-macam dan hukumnya :
A.Jahiliyah asal katanya dari “Al –jahlu” ”Bodoh”                  Jahiliyath yang tersebut Ialah secara Bahasa.
@.Sedangkan menurut Istilah Syara “kebodohan tentangAllah para RasulNya dan Syariat Agama
Jahiliyah di bagi menjadi 2 macam:
1.Jahiliyah Ammah (Jahiliyah Umum)yaitu jahiliyah yang terjadi sebelum diutusnya Rasulullah SAW.
2.Jahiliyah Khosoh(Jahiliyah Khusus)yaitu jahiliyah yang terjadi pada sebagian Negara,sebagian orang,sebagian Daerah Jahiliyah jenis ini masih ada hingga sekarang
Adapun Haditsnya “Sesungguhnya Engkau adalah orang yang masih memiliki sifat Jahiliyah.”
B.Kefasikan Asal katanya dari Al-fisqu                 Al khuruj secara bahasa jika yang ini.
@.Menurut istilah Syara”keluar dari ketaatan Allah SWT”
       Kefasikan ada 2 macam :
1.Kefasikan yang membuatnya keluar dari Agama yakni Kufur karena itu orang kafir disebut juga orang Fasik,contoh Iblis dalamsurat Al-Baqarah ayat 34 disebut Kafir ,sedangkan dalam surat Al-kahfi ayat 50 Iblis dikatakan Fasik jadi benarlah fasik dan Kafir atau Kufur Identik sama.
2.Kefasikan yang tidak membuat seseorang keluara dari Agama Islam sehingga Orang Muslim yang Fasik disebut Muslim Al A’shi artinya yang berbuat maksiat contoh orang yang haji dalam Surat Al-Baqarah 197 Dilarang berbuat Fasik ,Fasik ayat tadi Ulama mengatakan ialah perbuatan Maksiat.
C.Kesesatan (Ad-Dholal) menurut bahasa kebalikan dari (Al-Hidyath)
Ad-Dholal menurut istilah Syara adalah “Berpaling dari jalan yang lurus Dalilnya surat Al-Israa:15”
Kesesatan mempunyai beberapa makna yaitu sebagai berikut:
1.Terkadang diartikan “Al-Kufru” / {kekufuran} dalilnya An-Nissa:136
2.Terkadang diartikan “As-Syirku”/ {Syirik} Dalilnya surat An-nissa Ayat :116
3.Terkadang diartikan “Al-Khoto”/ {Kesalahan} Dalilnya surat …
4.Terkadang diartikan “An-Nisya”/{lupa}Dalilnya surat Al-Baqarah :282
5.Terkadang diartikan “Ad-Dhoya wal ghoibah”/ Ad-Dhoya Artinya [hilang] eal ghoib artinya [hilang]
D.Riddah macam-macam dan hukumnya Dalilnya surat An-Nuur Ayat :4
Secara bahasa Riddah adalah =Ruju’u [Kembali]
sedangkan Secara istlah Syara adalah “Al-Kufru ba’da Islam” [Kufur setelah Islam] Dalilnya surat Al-Baqarah :17.
·       Macam-Macam Riddah ada 4 Yaitu sebagai berikut:
1.Riddah dengan ucapan seperti mencaci Allah / Rasulullah SAW para Malaikat,dan Rasul-Rasul yang lain mengaku Nabi, Membenarkan orang yang mengaku Nabi,berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal yang tidak bisa dilakukan kecuali oleh Allah SWT.
2. Riddah dengan perbuatan seperti Sujud kepada patung ,pohon,batu,tumbuhan,kuburan,dan memberikan sembelihan untuknya,membuang mushaf di tempat kotor ,malakukan sihir ,mepelajari,mengajarkannya,meyakini kebolehan memutuskan hukum dengan Selain yang duturunkan Allah.
3.Riddah dengan I’tiqodi Seperti Adanya kepercayaan sekutu bagi Allah SWT kepercayaan bahwa Zina,Khamar,riba,judi,itu halal,mempercayai roti adalah Haram Sholat adalah tidak wajib atau hal semisalnya yang telah diakui kehalalannya keharamanya /kewajibannya secara Ijma (Konsekuensi).
4.Riddah dengan keraguan tentang sesuatu yang disebutkan di point k 3.
·       Konsekuensi hokum setelah terjadinya Riddah adalh sebagai berikut:
1.Yang bersangkutan diminta unrtuk bertobat ,jika Ia bertibat dan kembali pada Islam pada masa 3 hari maka tobatnya diterima (Tidak Di bunuh)
2.Jika Ia tidak mau bertobat maka wajib di bunuh berdasarkan sabda Nabi SAW “Barangsiapa yang berganti Agamanya Maka Bunuhlah Dia”
3.Dilarang menggunakan hartanya saat Ia dalam masa diminta unutk bertobat
4.Terputusnya hak waris mewarisi antara dirinya dengan keluarga dekatnya.
5.Jika Ia mati atau di binih dalam keadaan Riddah maka Ia tidak dimandikan , tidak di Sholatkan dan tidak di kubur di pemakaman orang Muslim.
1.”Ucapan &Perbuatan Yang menghilangkan Tauhid tau menguranginya”
1.Mengaku mengetahui Ilmu Ghaib dengan membaca telapak tangan ,cangkir dan lain-lain.
    Yang dimaksud Ghaib adalah apa yang tersembunyi dari manusia tentang perkara-perkara yang akan datang atau yang telah lalu dan apa yang tidak mereka lihat Ilmu Ghaib ini khusus milik Allah Saja dalilnya Surat An-Naml :65
Namun terkadang memperlihatkan apa yang Dia Kehendakinya dari yang Ghaib kepada Rasul-Rasul Nya untuk suatu hikamh dan kemaslahatan Allah ,Adapun FirmanNya dalm Surat Al-Jin 26,27
“(Allah)yang mengetahui yang Gaib mak Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang Gaib itu ,kecuali pada Rasul yang Diridhoi Nya”
2.”Sihir ,Perdukunan Dan Peramalan”
 Sihir,Perdukunan dan Peramalan adalah Perkara-perkara “Syaitoniyyah” dan diharamkan perkara tersebut dapat mengurangi kesempurnaan Aqidah atau bahkan Membatalkannya ,kerena terjadi dengan cara Kemusyrikan.
A.SIHIR
    Secara Bahasa berarti sesuatu yang Halus dan lembut penyebabnya.
    Secara Syar’I adalah Sihir adalah Azimah(Ditulis),Ruqyah(Diucapkan),buhul(Tali),ucapan ,obat-obatan,dan asap yang mempengaruhi jiwa dan badan hingga membuat orang sakit ,meninggal Dunia,bercerai anatara Suami Istri,dan semua itu terjadi karena Takdir Qauniyah Allah”
Sihir diperoleh dengan malalui Pebuatan Syirik dan mendekatkan diri kepada Syaiton dengan sesuatu yang di senanginya dan memberikan pelayanan tertentu yang menyekutukan Allah SWT oleh karena itu pembawa Sihir disebutkan bersamaan dengan menyekutukan Allah/ Syirik.
Sihir masuk dalam Syirik dalam 2 sisi pertama di dalmnya terjadi1. Istihdam (Permintaan untuk dilayani oleh Syaiton-Syaiton serta ketergantungan dan kedekatan tukang sihir dengan Syaiton sihir itu sendiri adalah ajaran Syaiton Dalilnya Surat 2:102
“Akan tetapi setan-setan itu lah Yang Kufur (Mengerjakan Sihir)Mereka mengerjakan Sihir kepada manusia.
2.di dalamnya terdapat pengakuan mengetahui Ilmu Gaib dalilnya surat Al-Baqarah :102
B.PERDUKUNAN DAN PERAMALAN
    Keduanya adalah pengakuan mengetahui ilmu gaib dan perkara-perkara yang gaib seperti mengabarkan hal-hal yang akan terjadi menunjukan dimana tempat sesuatu yang hilang semua itu melalui permohonan batuan syaiton-staiton yang mencuri dengar dengar dairi langit dalinay surat As-Syuro 221-223
                   Pedukunan tidak lepas dari kemusyrikan sebab Ia adalah mendekatkan diri kepada Syaiton-Syaiton dengan pa yang mereka cintai Ia adalah Syirik dalam Rububiyah Allah karena mengetahui bersekutu dengan Allah delam masalah Ilmunya.
Juga termasuk Syirik Uluhiyah Karena Allah dia mendekatkan diri kepada selain Allah dengan suatu bentik ibadah .
Dari Abu Hurairoh ra.dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda yang Artinya “Barang siapa yang mendatangi dukun dan Ia mempercayai apa yang dikatakannya maka sesungguhnya Ia telah Kafir (ingkar)dengan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.(HR.Abu Daud)
3.“Mempersembahkan Kurban,Nazar,atau Hadiah Untuk Tempat-Tempat Yang Diziarahi kuburan dan Menggunakanya”
Nabi SAW telah menetapkan beberapa ketentuan untuk menjaga agar kuburan tidak disembah agar orang-orang tidak berlebihan kepada mereka yang di kuburan diantaranya adalah:
1.Bahwasanya Nabi memperingatkan Agar kita tidak berlebihan terhadap para wali dan orang-orang Shalih sebab hal itu menyebabkan kepada mereka Nabi SAW bersabda yang Artinya
“jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan karena sesungguhnya sikap berlebihan itu lah yang telah menghancurkan Umat-umat islam sebelumkamu(HR.Imam Ahmad Al-Trimidzi,dan Ibnu majah dari Ibnu Abbas ra)
“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana orang-orang Nashrani telah berlebih-lebihan memuji Isa (Putra Maryam) Aku hanyalah seorang Hamba maka katakanlah Abdulah Wa Rasuluh (Hamba Allah dan RasulNya (Hr,Al bukhori)
2.Nabi SAW melarang mambangun bangunan diatas kuburan,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hijjah Al-Asadi Ia berkata :ali bin Abi Thalib ra,berkata :”rasulullah SAW melarang mengapur kuburan,duduk di atasnya dan membangun bangunan di atasnya.
3.Rasulullah juga memperingatkan dari Shalat di Kuburan :”Sesungguhnya Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani ,mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat Ibadah.”
Adapun mempersembahkan Nazara dan Kurban unutuk tempat-tempat yang di ziarahi maka ialah Syirik besar Haditsnya sebagai berikut :”Ya Allah janganlah Kamu Jadikan kuburan Ku sebgai berhala yang Engkau sembah (HR,Malik Dan Ahmad)
Adapun kuburan beliau SAW,maka Ia di jaga Oleh Allah SWT berkata Do’a nabi SAW sebab kuburan beliau SAW berada di dalam Rumahnya dan Ia tidak berada Di dalam Masjid serta Ia dikelilingi oleh Tembok-Tembik.
4.“Menggunakan Berhala-Berhala Dan Patung –Patung Peringatan”
          Berhala Bahasa Arabnya Adalah “Timtsaalun” jamaknya adalah “Tamaa siil” yaitu gambar fisik dalam bentuk manusia atau hewan atau Makhluk lainnya yang memiliki Ruh sedangkan “Nusub” pada asalnya tanda dan batu yang dahulu orang Musyrik Arab mempersembahkan kurban di situ sedangkan yang dimaksud dengan “An-nusbi Atad kariya”(Patung-patung peringatan)adalah patung atau gambar yang didirikan di tanah lapang atau di tempat lainnya unutk menghidupkan peringatan terhadap pemimpin atau pahlawan yang diagungkan.
Nabi Saw melarang perbuatan tersebut karena dikhawatirkan akan terjadi lagi seperti pada jaman Nabi nuuh AS dalilnya Surat Nuh Ayat 23 .Wada,Sua’a,Yaguts,Yauq,Dan Nasr
5.“Mengolok-olok Agama Dan Melecehkan Kehormatannya”
Hukumnya adalah Murtad dan keluar dari Agama secara keseluruhan ,Allah berfirman:”Katakanla,”Apakah denganAllah ayat-ayatNya ,dan RasulNya kamu selalu berolok-olok ?tidak Usak kamu minta Maaf Karena karena Kamu tidak kafir sesudah beriman .(Q.S.At-Taubah:65,66)
Mengolok-olok ada 2 macam yaitu:
1.Secara langsung atau terus terang
2.Secara tidak langsung Atau tidak terus terang
6.“Memutuskan Hukum dengan Apa yang di turunkan Allah”
Diantara Konsekuensi beriman kepada Allah adalah tunduk kepada hokum-hukumNya rela dengan SyariatNya dan kembali pada Kitab dan RasulNya ketika terjadi perselisihan pendapat.
Dalilnya Surat An-Nissa Ayat 56,Al-Maidah 44,45,47.
7.“Mengaku memiliki Hak Membuat Syariat Menghalalkan dan Mengharamkan”
DalilNya surat Al-A’raf:54 :”Ingatlah menciptakan dan memerintahkan Adalah Hak Allah,Mahasuci allah Tuhan semesta Alam Dalil Hadits ke Lima dari Hadits Arbain
8.“Bergabung dengan Mazhab-Mazhab Ateis (Ilhad)&Kelompok-Kelompok Jahiliyah”
“Ilmu Tauhid”
Ta’rif ,ruang lingkup,keduakalinya diantara Ilmu lainnya kewajiban mempelajari Al-Quran adalah Kitab Tauhid terbesar Perhatian kaum Muslimin Terhadap Tauhid.
          Ilmu Tauhid
  1.Makna Ilmu Tauhid :Ilmu yang membahas pengokohan keyakinan-keyakinan,agama Islam dan Dalil-Dalil Naqli maupun Aqli yang pasti kebenarannya sehingga dapat mengalihkan semua keraguan .
2.Bidang Pembahasan Ilmu Tauhid:6 Rukun Iman
3.Kedudukannya:Ilmu yang paling mulia, karena:
a.Temanya paling MUlia :Allah SWT pencipta Alam Semesta
b.Manfaatnya paling Mulia:Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
4.Hukum mempelajirinya:
a. Agar memiliki keyakinan tentang kebenaran Islam :Fardu Ain
b.Lebih dari itu: Fardu Kifayah
5.Al-Qur’an adalah kitab Tauhid terbesar
6.Sikap Umat Islam terhadap Tauhid :
a.Penih perhatian:kemuliaan dan Kepemimpinan
b.Mengabaikan :Kehinaan dan kekokohan.

          
   
     

0 Comment's:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...