Kamis, 23 Juni 2011

ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Yuk kita lihat salau satu pemimpin Islam kita ..


NASABNYA

         Nama Abu Bakar Shiddiq sebenarnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi saw. pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai.
Ibunya adalah Ummu Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Berarti kedua orang tuanya berasal dari kabilah Bani Taim.
Ayahnya diberi kuniyah (sebutan panggilan) Abu Quhafah. Dan pada masa jahiliyah. Abu Bakar Shiddiq digelari Atiq. Imam Thabari menyebutkan dari jalur Ibnu Luhai’ah bahwa anak-anak dari Abu Quhafah tiga orang, pertama Atiq (Abu Bakar), kedua Mu’taq dan ketiga Utaiq.
KARAKTER FISIK  DAN AKHLAKNYA

Abu Bakar adalah seorang yang bertubuh kurus, berkulit putih. ‘Aisyah menerangkan karakter bapaknya, “Beliau berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya, kecil pinggang (sehingga kainnya selalu turun dari pinggangnya), wajahnya selalu berkeringat, hitam matanya, berkening lebar, tidak bisa bersaja’ dan selalu mewarnai janggutnya dengan memakai hinai maupun katam.” Begitulah karakter fisik beliau.
Adapun akhlaknya, beliau terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar, memiliki azimah (keinginan keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakal kepada Allah dan yakin dengan segala janji-Nya, bersifat Wara’ dan jauh dari segala syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah, serta lembut dan ramah, semoga Allah meridhainya. Akan diterangkan kelak secara rinci hal-hal yang membuktikan sifat-sifat dan akhlaknya yang mulia ini.

KEISLAMANNYA 

Abu Bakar adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan lelaki dewasa, walaupun Khadijah lebih dahulu masuk Islam daripadanya, adapun dari golongan anak-anak, Ali yang pertama kali memeluk Islam, sementara Zaid bin Haritsah adalah yang pertama kali memeluk Islam dari golongan budak.
Ternyata keislaman Abu Bakr ra paling banyak membawa manfaat besar terhadap Islam dan kaum Muslimin dibandingkan dengan keislaman selainnya, karena kedudukannya yang tinggi dan semangat serta kesungguhannya dalam berdakwah. Dengan keislamannya maka masuk mengikutinya tokoh-tokoh besar yang masyhur seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah ra.
Di awal keislamannya beliau menginfakkan di jalan Allah apa yang dimilikinya sebanyak 40.000 dirham, beliau banyak memerdekakan budak-budak yang disiksa karena keislamannya di jalan Allah, seperti Bilal ra. Beliau selalu mengiringi Rasulullah saw selama di Mekah, bahkan dialah yang mengiringi beliau ketika bersembunyi dalam gua dan dalam perjalanan hijrah hingga sampai di kota Madinah. Disamping itu beliau mengikuti seluruh peperangan yang diikuti oleh Rasulullah saw. baik perang Badar, Uhud, Khandaq, Penaklukan kota Makkah, Hunain maupun peperangan di Tabuk.

ISTRI-ISTRI DAN ANAK-ANAKNYA  

Abu Bakar pernah menikahi Qutailah binti Abd al-Uzza bin Abd bin As’ad pada masa jahiliyah dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma.
Beliau juga menikahi Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan 'Aisyah.
Beliau juga menikahi Asma' binti Umais bin Ma'add bin Taim al-Khats'amiyyah, dan sebelumnya Asma' diperistri oleh Ja'far bin Abi Thalib. Dari hasil pernikahan ini lahirlah Muhammad bin Abu Bakar, dan kelahiran tersebut terjadi pada waktu haji Wada' di Dzul Hulaifah.
Beliau juga menikahi Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair dari Bani al-Haris bin al-Khazraj.
Abu Bakr pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian mempersunting putrinya, dan beliau masih terus berdiam dengannya di suatu tempat yang disebut dengan as-Sunuh hingga Rasulullah saw. wafat dan kemudian beliau diangkat menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah saw. Dari pernikahan tersebut lahirlah Ummu Kaltsum setelah wafatnya Rasulullah saw.

 KETELADANAN DAN KEUTAMAANNYA

1.    Beliau adalah sahabat Rasulullah saw. di gua dan ketika Hijrah
      Allah swt. berfirman :
  Artinya :
 “Jikalau tidak menolongnya(Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeleluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, ‘Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita’”. (Q.S At Taubah : 40)

‘Aisyah, Abu Sa’id dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Abu Bakarlah yang mengiringi Nabi dalam gua tersebut.”
Diriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Azib, ia berkata, “Suatu ketika Abu Bakar pernah membeli seekor tunggangan dari ‘Azib dengan harga 10 Dirham, maka Abu Bakar berkata kepada ‘Azib, ‘Suruhlah anakmu si Barra agar mengantarkan hewan tersebut.’ Maka ‘Azib berkata, ‘Tidak, hingga engkau menceritakan kepada kami bagaimana kisah perjalananmu bersama Rasulullah ketika keluar dari Makkah sementara orang-orang musyrikin sibuk mencari-caari kalian.”

2.    Abu Bakar adalah sahabat yang paling banyak ilmunya
Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw. berkhutbah di hadapan manusia dan berkata ;
Artinya :
 “Sesungguhnya Allah telah menyuruh seorang hamba untuk memilih antara dunia atau memilih ganjaran pahala dan apa-apa yang ada di sisi-Nya, namun ternyata hamba tersebut memilih apa-apa yang ada di sisi Allah.”

Abu Sa’id berkata, “Maka Abu Bakar menangis, kami heran kenapa beliau menangis padahal Rasulullah saw. hanyalah menceritakan seorang hamba yang memilih kebaikan, akhirnya kami ketahui bahwa hamba tersebut ternyata tidak lain adalah Rasulullah saw. sendiri dan Abu Bakarlah yang paling mengerti serta berilmu di antara kami. Kemudian Rasulullah saw. bersabda ;
Artinya :
“Sesungguhnya orang yang sangat besar jasanya padaku dalam persahabatan dan kerelaan mengeluarkan hartanya adalah Abu Bakar, Andai saja Aku diperbolehkan mengangkat seseorang menjadi kekasihku selain Rabbku pastilah aku akan memilih Abu Bakar, namun cukuplah persaudaraan se-Islam dan kecintaan karenanya. Maka jangan ditinggalkan pintu kecil di masjid selain pintu Abu Bakar saja.”

3.    Abu Bakar ra. adalah Sahabat  Yang Paling Utama
Diriwayatkan dari Muhammad bin al-Hanafiyyah dia berkata, “Kutanyakan pada ayahku siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah saw.?” Maka beliau menjawab, “Abu Bakar!” Kemudian kutanyakan lagi, “Siapa setelahnya ?” Beliau menjawab, “Umar!” Dan aku takut jika dia menyebut Utsman sesudahnya maka ku katakan, “Setelah itu pasti anda. Namun beliau menjawab, “Aku hanyalah salah seorang kaum muslimin.”

4.    Kedudukan Abu Bakar ra. di sisi Rasulullah
Di riwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah saw. Beliau bersabda : Artinya :
 "Andaikan aku dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain Allah pasti akan aku pilih Abu Bakar sebagai khalil namun dia adalah saudaraku dan sahabatku."

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi saw. :
Artinya : "Tutuplah seluruh pintu-pintu kecuali pintu Abu Bakar."

5.    Abu Bakar ra. Paling Dulu Masuk Islam dan Selalu Mendampingi Rasulullah saw.
Diriwayatkan dari Wabirah bin Abdurrahman dari Hammam dia berkata, Aku mendengar Ammar berkata, "Aku melihat Rasulullah pada waktu itu tidak ada yang mengikutinya kecuali lima orang budak, dua wanita dan Abu Bakar."

6.    Orang yang Paling Dicintai Rasulullah saw.
7.    Iman dan Keyakinannya yang Kuat
Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar ra., dia berkata, "Rasulullah saw. Bersabda,.
Artinya :
 "Barangsiapa menjulurkan pakaiannya (di bawah mata kaki) karena kesombongan maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat."

Maka Abu Bakar berkata, "Sesungguhnya salah satu sisi dari bajuku selalu melorot ke bawah, kecuali jika aku selalu mengetatkannya, maka Rasulullah saw. Bersabda,
Artinya :
 "Sesungguhnya engkau tidak termasuk orang yang menjulurkan pakaiannya karena kesombongan."

8.    Kemauannya yang tinggi
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabdaٍ.

Artinya :
 “Barangsiapa menginfakkan sesuatu dari dua yang dimilikinya di jalan Allah niscaya akan diseru dari pintu-pintu surga, “Wahai hamba Allah inilah kebiakan. Kemudian barangsiapa ahli shalat maka akan dipanggil dari pintu shalat, barangsiapa termasuk golongan yang suka berjihad maka akan dipanggil dari pintu jihad, dan barangsiapa yang suka bersedekah maka akan dipanggil dari pintu sedekah, barangsiapa yang suka berpuasa maka akan dipanggil dari pintu puasa dan Ar Rayyan. Maka Abu Bakar berkata, ‘Bagaimana jika seseorang harus dipanggil dari setiap pintu, dan apakah mungkin seseorang dipanggil dari setiap pintu wahai Rasulullah ?’ Rasulullah menjawab : ‘Ya, dan aku berharap agar engkau wahai Abu Bakar termasuk salah seorang dari mereka’.”

9.    Keberkahan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. dan keluarganya
10.    Berita gembira untuknya sebagai Penghuni Surga
11.    Sepak Terjangnya dalam Membela Rasulullah saw.

JASA-JASA ABU BAKAR ra.

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam, dan selalu menyertai Rasulullah saw sepanjang hidupnya baik di Mekah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat Rasulullah sekaligus teman bermusyawarah dan wazirnya. Di tangannya para senior sahabat masuk memeluk Islam seperti Utsman bin Affan, az-Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah ra.
Setia mendampingi Rasulullah saw. dalam menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan, siap membela beliau dengan sepenuh jiwa, bahkan beliau pula yang telah membebaskannya banyak budak-budak yang disiksa  karena masuk Islam  seperti Bilal, Amir bin Fuhairah, Ummu Ubaisy, Zinnirah, Nahdiyyah dan kedua putrinya, serta budak wanita milik Bani Muammal.
Beliaulah yang menemani nabi di kala hijrah, dan turut serta dalam setiap peperangan bersama Rasulullah saw seperti Badar, Khandaq, Uhud, Hudaibiyah, penaklukan kota Mekah, Hunain, Tabuk dan pertempuran besar lainnya.

USIA DAN WAFAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ra

Al-hafizh Ibnu Katsir berkata, “Abu Bakar ash-Shiddiq wafat pada hari senin di malam hari, ada yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah maghrib (malam selasa) dan dikebumikan pada malam itu juga yaitu tepatnya 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah beliau mengalami sakit selama 15 hari. Pada waktu itu Umar menggantikan posisinya sebagai imam kaum muslimin dalam shalat. Ketika sakit beliau menuliskan wasiatnya agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin al-Khaththab, dan yang menjadi juru tulis pada waktu itu adalah Utsman bin Affan, setelah surat selesai segera dibacakan kepada segenap kaum Muslimin, dan mereka menerimanya dengan segala kepatuhan dan ketundukan.
Masa kekhalifahannya berjalan selama 2 tahun 3 bulan dan beliau wafat dalam usia 63 tahun percis dengan usia Nabi saw, akhirnya Allah mengumpulkan jasad mereka dalam satu tanah, sebagaimana Allah mengumpulkan mereka dalam kehidupan.
Di antara wasiat beliau kepada ’Aisyah, Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita untuk membuat pedang kaum muslimin, karena itu jika aku wafat tolong berikan seluruhnya kepada Umar. Ketika ’Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar, sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.

0 Comment's:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...